SUKAPURA, Radar Bromo - Hilangnya sejumlah koper dan ransel turis asal Thailand di kawasan wisata Gunung Bromo, menjadi atensi banyak pihak.
Tak hanya kepolisian, namun juga Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, dan masyarakat adat.
Ketua Tim Data Evlap Humas BB TNBTS Hendra Wisantara mengatakan, kasusnya tengah dalam proses penanganan Polres Probolinggo.
Dengan kejadian ini, pihaknya mengimbau para agen travel yang membawa wisatawan selalu waspada.
“Bukan hanya pada wisatawannya, tapi juga pada barang-barang pribadi mereka. Ini juga sebagai bentuk tanggung jawab dari agen perjalanan kepada wisatawan,” katanya.
Hendra mengatakan, lokasi parkir dari kendaraan korban tidak termasuk ke lokasi resmi parkir yang telah disediakan BB TNBTS.
Hendra juga menyebutkan, bila ada kejadian atau informasi kehilangan barang yang masih berada di sekitar kawasan TNBTS, dapat disampaikan melalui call center.
“Parkir resmi kami sementara ada di sekitar pintu masuk itu saja, tapi memang ukurannya relatif kecil dan tidak menampung banyak kendaraan. Sebab, kendaraan biasanya parkir di hotel atau lokasi di luar kawasan TNBTS,” terangnya.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, pihaknya bersama Forkopimka masing-masing wilayah di Sukapura akan menginventarisasi titik-titik potensi lokasi parkir swasta dan perorangan dari Ngepung.
“Termasuk Lumbang hingga Cemorolawang, sebagai pelengkap kantong parkir resmi milik Pemkab melalui Disparpora,” ujarnya.
Edy mengaku, juga akan menindaklanjuti bersama intansi terkait untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai lokasi parkir sesuai regulasi perparkiran.
“Kami siap melaksanakan pendampingan tata kelola atau menajemen parkir. Termasuk arahan pemasangan CCTV, petugas parkir, dan standar keamanan parkir lainnya,” ungkapnya.
Upaya ini diyakini juga memiliki dampak strategis. Salah satunya di segi keamanan. Pengelola akan lebih bertanggung jawab penuh, mencegah adanya pencurian seperti kasus saat ini.
“Selain itu, juga tertib lalu lintas. Parkir lebih teratur dan tidak liar serta rawan kejahatan di jalur wisata Bromo,” katanya.
Dishub mengimbau seluruh penyedia jasa transportasi wisata dan wisatawan yang berkunjung ke Bromo ataupun objek wisata lainnya, untuk dapat memanfaatkan lokasi-lokasi parkir yang aman. “Ini demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” pesannya.
Kepala Desa Ngadisari sebagai perwakilan masyarakat adat, Sunaryono menyampaikan, adanya kejadian ini membuat citra negatif. Baik kepada pemerintah desa maupun wisata Gunung Bromo.
Ia berharap pengelolaan wisata hendaknya sepaket dengan pendapatan, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan, serta konservasi.
“Para penghuni Pegunungan Tengger dikenal karena kejujuran dan etos kerjanya yang luar biasa. Pencuri nyaris tak dikenal di kalangan kami. Pintu-pintu rumah jarang sekali dikunci, kami hidup cerita, tak mengenal candu, dan asing terhadap segala bentuk perjudian,” ungkapnya.
Diketahui, Minggu (15/2) lalu, sejumlah koper dan ransel milik turis asal Tailand raib.
Koper dan ransel berisi barang-barang berharga ini raib ketika disimpan di dalam mobil yang mengantarkan mereka ke kawasan Gunung Bromo. (gus/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni