KANIGARAN, Radar Bromo - Musim hujan ekstrem yang kerap terjadi, membuat sejumlah ruas jalan di Kota Probolinggo rusak.
Terlebih sejauh ini banyak jalan yang tidak dilengkapi dengan drainase. Membuat aspal jalan terkikis aliran air hujan.
Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo tahun ini hanya mampu melalukan perbaikan secara tambal sulam.
“Memang banyak jalan berlubang di wilayah Kota Probolinggo. Saat ini kami fokus melakukan perbaikan dan penambalan jalan sebagai langkah darurat,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Probolinggo Setyorini Sayekti.
Rini mengaku adanya keluhan dari masyarakat terkait jalan berlubang. Pihaknya pun berupaya bergerak cepat melakukan perbaikan.
Kini pihaknya memfokuskan penanganan terhadap titik-titik yang dinilai paling mendesak dan banyak dikeluhkan warga.
Sepanjang pekan kemarin, ada sejumlah jalan yang diperbaiki. Di antaranya, Jalan Brantas, Jalan Kapuas, hingga Jalan Ki Hajar Dewantara.
Ketiga ruas tersebut diprioritaskan karena kerusakannya cukup parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Kerusakan aspal jalan karena kebanyakan jalan tanpa drainase, sehingga saat hujan aliran air mengalir di jalan dan menggerus aspal. Seharusnya, jalan itu dilengkapi drainase, sehingga saat hujan air mengalir ke drainase,” jelasnya.
Kegiatan tambal sulam ini, kata Rini, menggunakan anggaran pemeliharaan swakelola yang tersedia di tahun berjalan.
Langkah ini diambil untuk penanganan cepat sembari menunggu program perbaikan yang lebih menyeluruh.
“Ini titik-titik prioritas karena banyak dikeluhkan warga. Jadi kami tangani daruratnya dulu. Untuk perbaikan yang lebih optimal akan kami usulkan melalui Perubahan APBD 2026 dan APBD 2027,” ungkapnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga