PROBOLINGGO, Radar Bromo - Sejumlah 262 peserta didik dari berbagai sekolah tingkat SD-SMP sederajat di Kota Probolinggo, benar-benar menunjukkan semangat kompetitif.
Senin (16/2), mereka mengikuti babak final Kompetisi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Babak penentuan ini digelar di Aula Lantai 3 SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.
Kepala Cabang Neutron Yogyakarta Cabang Probolinggo Adinda mengatakan, dalam babak final peserta diberi 50 soal.
Terdiri atas 30 soal Bahasa Indonesia dan 20 soal matematika. Masing-masing mata pelajaran dikerjakan dalam waktu satu jam.
“Final ini kami rancang untuk menguji ketepatan, kecepatan, sekaligus pemahaman konsep siswa. Setiap mata pelajaran kami beri waktu satu jam agar peserta benar-benar fokus dan optimal dalam mengerjakan soal,” ujarnya.
Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar ajang adu kemampuan. Namun, sarana evaluasi bagi siswa dan sekolah dalam memetakan kesiapan menghadapi TKA 2026.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelaksanaan. Salah satunya Keyra Aya Sofiyah, siswi Kelas VI SDN Pilang 2. Menurutnya, soal yang diujikan dalam babak final cukup mudah karena sesuai materi yang telah dipelajari.
Ia mengaku telah mempersiapkan diri selama kurang lebih satu minggu sebelum final berlangsung.
“Saya membuat catatan-catatan penting tentang pelajaran bahasa Indonesia dan matematika. Selain itu, juga ada bimbingan dari sekolah mulai Selasa sampai Jumat,” katanya.
Hal senada disampaikan siswa Kelas IX SMPN 9 Probolinggo, Devian Abri. Katanya, kompetisi ini menjadi pengalaman berharga untuk mengukur kemampuan diri sebelum menghadapi ujian sebenarnya.
“Saya belajar otodidak dengan sering latihan soal dari internet. Ditambah bimbingan dari sekolah setiap Jumat dan Sabtu,” ungkapnya.
Dukungan penuh juga datang dari pihak sekolah. Koordinator SD Integral Kota Probolinggo Nisaul Azizah mengatakan, seluruh peserta dari sekolahnya yang lolos ke babak final merupakan siswa kelas VI.
Dari tiga kelas, masing-masing memiliki perwakilan di tahap final.
Menurutnya, kompetisi seperti ini sangat bermanfaat sebagai tolok ukur kesiapan siswa.
Hasil yang diperoleh nantinya dapat menjadi bahan evaluasi tidak hanya bagi murid, tetapi juga wali murid dan wali kelas.
“Dengan adanya kompetisi ini, kami bisa melihat sejauh mana kesiapan siswa. Jika masih ada kekurangan, tentu bisa segera kami perbaiki. Harapannya, saat TKA yang sesungguhnya digelar, hasilnya bisa lebih maksimal,” katanya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga