SEMANGAT kolaborasi menjadi kunci utama kemajuan Kota Probolinggo. Memperingati 1 tahun kepemimpinan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes.-Wakil Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M., mereka mendapatkan kejutan dari Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Probolinggo Raya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin atas nama Pemkot Probolinggo dihadiahi karya dokumen strategis melalui soft launching buku berjudul “Bunga Rampai Pemikiran Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Probolinggo Raya: Kolaborasi Bersama Membangun Kota Probolinggo.” Soft Launching dan Seminar Nasional, ini digelar di Hall Room Rumah Makan Sumber Hidup, Kota Probolinggo, Sabtu (14/2).
Buku tersebut merupakan kumpulan perspektif intelektual multidisiplin ilmu para IKA-UB Probolinggo Raya. Mereka merangkum gagasan solusi, sekaligus dokumen referensi bagi pembangunan Kota Probolinggo ke depan.
Bukan sekadar bentuk aplikasi hasil pendidikan dan penelitian. Lebih dari itu, para penulis berani mentrasformasikan teori menjadi rekomendasi praktis untuk kebijakan publik yang aplikatif.
Berbagai isu-isu krusial diangkat. Mulai dari ekonomi, lingkungan perkotaan, hingga tata kelola pemerintahan yang efisien. Semuanya merefleksikan kebutuhan nyata masyarakat Kota Probolinggo.
Para penulis buku ini di antaranya, ada Sekjen Pengurus Pusat IKA-UB Dillan Sawalius Batuparan; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd.; Kepala DKPPP Kota Probolinggo Ir. Fitriawati, M.M.; dan Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandansari, S.Pt., M.P.
Ada pula Purn Staf Ahli Wali Kota Didik Sudiknyo, S.H., M.Si.; Dosen Fakultas Vokasi UB, Dr. Redy Eko Prasetyo. S.Psi., M.I.Kom.; hingga para praktisi, dosen, mentor, dan pemicu intelektual lainnya.
Wali Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada IKA-UB Probolinggo Raya, karena telah menunjukkan kepedulian terhadap tanah kelahiran Kota Probolinggo. Serta, pengabdian terhadap almamaternya sebagai agen perubahan nyata bagi masyarakat.
“Wah ini bukan saja pemikiran, bagi saya pribadi adalah kejutan luar biasa. Ini pilar penguatan semangat bersama. Bahwa membangun Kota Probolinggo memang memerlukan usaha kolektif pentahelix. Ada unsur pemerintah, akademisi, komunitas/masyarakat, pelaku usaha/bisnis hingga media,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo usai soft launching buku.
Didampingi Dr. Siti Romlah, Wali Kota menyebutkan, penerbitan buku bunga rampai seharusnya tidak berhenti sampai di sini saja, tapi menjadi tradisi tahunan yang berkelanjutan. “Kami berharap ada buku Bunga Rampai tahun pertama, tahun kedua, dan tahun-tahun selanjutnya. Sebab, kami ingin ide-ide baru seperti ini terus berlanjut masuk perencanaan pemerintahan,” ujar Wali Kota. (el/adv)
Editor : Fahreza Nuraga