GENDING, Radar Bromo - Persiapan ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Kota Probolinggo menuju Tanah Suci, terus dimatangkan. Sabtu (14/2), mereka mengikuti praktik manasik haji di Miniatur Ka’bah, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Mereka diingatkan untuk selalu menjaga kesehatan, karena cuaca di Makkah-Madinah diperkirakan capai 42 derajat.
Di bawah bimbingan Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Probolinggo, para jemaah diajak mensimulasikan seluruh rangkaian rukun haji.
Mulai dari tata cara niat dan ihram, melakukan thawaf mengelilingi replika kakbah, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, hingga simulasi wukuf dan melontar jumrah.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Probolinggo Didik Heriadi mengatakan, sekitar 310 jamaah haji yang akan berangkat tahun ini mengikuti manasik haji. Mereka jamaah berkumpul mengenakan pakaian ihram untuk menjalani praktik.
Penggunaan Miniatur Ka'bah di Gending, sangat efektif karena menyerupai tata letak asli di Makkah dan Madinah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kebingungan jemaah saat berada di Tanah Suci.
“Mereka sudah manasik praktik langsung, proses dan kewajiban pelaksanana ibadah haji,” katanya.
Dalam manasik haji, Didik mengaku juga menekankan kepada para CJH untuk bisa mengatur waktu dan menjaga kesehatan.
Terlebih, jadwal pemberangkatan mereka masuk gelombang satu kelompok terbang (kloter) pertama. Jemaah akan lebih lama menunggu untuk pelaksanaan ibadah wajib hajinya.
“Jika tidak perlu keluar atau jalan, jangan dilakukan. Lebih baik ibadah ke masjid. Jemaah harus pintar mengatur waktu dan menjaga kesehatan. Karena, mereka lebih lama menunggu untuk pelaksanaan ibadah wajib hajinya,” terangnya.
Selain itu, kata Didik, sesuai informasi, saat pelaksanaan ibadah haji, diperkirakan cauca di Tanah Haram panasnya mencapai 42 derajat celcius.
Karena itu, jemaah harus banyak minum air dan menjaga kesehatan, untuk mengimbangi suhu panas selama di Tanah Suci.
“Jemaah diharapkan menjaga kesehatan. Banyak minum di Mekkah-Madinah, tanpa harus disuruh,” harapnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga