BANTARAN, Radar Bromo-Hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo menyebabkan longsor dan membuat dapur rumah milik Misna, 57, ambruk di Desa/Kecamatan Bantaran.
Dapur rumah itu ambruk setelah tanah di bawah bangunan tergerus air dan longsor, Jumat (13/2) pukul 14.00.
Saat itu, seluruh penghuni rumah tengah beristirahat.
“Waktu kejadian itu hujan deras cukup lama, kami semua tidur di rumah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah dapur. Setelah dicek, tembok dan atapnya sudah roboh ke arah barat,” ujar Misna.
Di sisi barat dapur rumah Misna memang terdapat tegalan yang berbatasan dengan tepian sungai.
Kontur tanah yang labil diperparah dengan intensitas hujan tinggi, diduga membuat tanah gembur dan akhirnya longsor.
Akibat longsor itu, dinding dapur sepanjang 16 meter dengan tinggi sekitar 3 meter itupun ambruk.
Atap dapur roboh dan sebagian lantai tergerus. Kondisi dapur pun tampak menganga karena sebagian struktur bangunan terseret longsor.
“Bahkan kulkas dan sejumlah perabotan dapur saya ikut terjatuh ke bawah saat longsor,” tuturnya.
Beruntung, tidak ada aktivitas di dapur saat kejadian itu. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 70 juta.
Saat ini, Misna memindahkan aktivitas dapur ke sisi timur rumah yang dinilai lebih aman.
Sejumlah pekerja juga mulai memperbaiki titik yang longsor dengan membuat plengsengan untuk menahan tanah agar tidak kembali ambrol.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen.
Berdasarkan hasil pendataan, tinggi tebing yang longsor mencapai sekitar delapan meter.
“Kami sudah melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan kepada korban berupa matras, terpal, sandang, selimut, hygiene kit, paket perlengkapan makanan, paket kebersihan, serta makanan siap saji,” terang Oemar. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi