PROBOLINGGO, Radar Bromo–Peringatan Bulan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun ini berlangsung meriah. Puncaknya, digelar tepat di hari penutupan Bulan K3, Kamis (12/02),
Berkolaborasi dengan IHC RS Wonolangan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo sukses menggelar Talkshow bertema : “Membangun Budaya K3 melalui Pencegahan Kecelakaan Akibat Kerja dan Penyakit Akibat Kerja di Tempat Kerja.”
Dibuka oleh Pembina Terbaik K3 yang juga Staff Ahli bidang Transformasi Digital Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Prof. Dr. Moch. Chotib, S.Ag., MM, Talkshow berlangsung di ruang Probolinggo Region Investmen Centre (PRIC) lt.2 Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo.
Hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto yang mewakili Bupati Probolinggo, Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Ghofur, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo Saniwar.
Diikuti oleh 80 perusahaan BUMN dan swasta di wilayah Kabupaten Probolinggo, talkshow ini menjadi momentum diserahkannya penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bagi perusahaan BUMN mupun Swasta yang telah berkomitmen menerapkan Sistem Managemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Seremonial penyerahaan penghargaan diserahkan oleh Staf Ahli Kementerian PPMI Prof. Dr. Moch. Chotib didampingi Sekda Ugas Irwanto, Asisten Abdul Ghafur dan Kadisnaker Saniwar.
Dari 12 perusahaan tersebut, PT. Nusantara Sebelas Medika IHC RS Wonolangan berhasil meriah penghargaan Zero Accident Award (ZAA) Tahun 2026.
Penghargaan Zero Accident Award sendiri merupakan tanda penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diberikan pemerintah kepada managemen perusahaan yang telah berhasil melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sehingga mencapai nihil kecelakaan (Zero Accident) yang fatality atau yang menjadi penyebab kematian pekerja saat bekerja.
Usai penyerahan penghargaan secara simbolis, dilanjutkan dengan peninjauan layanan Kementreian PPMI di lt.1 MPP Kabupaten Probolinggo.
Kepada Jawa Pos Radar Bromo Sekda Ugas Irwanto mengapresiasi komitmen perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan K3 dan berharap semakin banyak lagi perusahaan yang paham pentingnya menerapkan K3.
“Selamat kepada perusahaan di wilayah Kabupaten Probolinggo yang telah mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur bu Khofifah Indar Parawansa. Ini merupakan komitmen perusahaan, bagaimana melindungi para pekerja perihal keselamatan, kesehatan, termasuk legalitasnya,” lanjut Ugas.
Untuk itukah, lanjutnya lagi, tepat di puncak peringatan Bulan K3 ini menjadi momentum hadirnya layanan baru dari Kementerian bagi warga Kabupaten Probolinggo.
Staf Ahli Kementerian Prof. Dr. Moch. Chotib pun menambahkan, Kabupaten Probolinggo merupakan daerah tapal kuda salah satu penyumbang kantong imigran terbesar bagi Indonesia.
“Dengan dibukanya layanan kami di MPP Kabupaten Probolinggo ini akan memberikan edukasi dan pemahaman pentingnya berangkat bekerja keluar negeri secara resmi sesuai prosedural sehingga terjamin dan terlindungi secara hukum,” jelasnya.
Ditanya tentang capaiannya meraih ZAA 2026, Direktur IHC RS Wonolangan, dr. Roosnindya menegaskan, sebenarnya tidak ada satu perusahaan yang ingin kecelakaan kerja menimpa karyawannya.
“Begitupun kami di RS Wonolangan. Inginnya Zero Accident dan itu kami upayakan. Alhamdulillah, tahun ini atas komitmen K3 yang telah kami terapkan, kami berhasil meraih penghargaan dari bu Gubernur,” jelasnya.
Nah, terkait layanan kementerian PPMI ini, dr. Roosnindya menjelaskan, IHC RS Wonolangan merupakan rumah sakit rujukan yang ditunjuk untuk memberikan rekomendasi kondisi kesehatan (fit ataukah unfit) sebagai syarat utama bagi calon imigran yang akan keluar negeri.
“Kami IHC RS Wonolangan menyediakan layanan MCU. Sehingga calon pekerja migran usai mengajukan layanan kementerian di MPP bisa dengan mudah memeriksakan kesehatannya di RS Wonolangan. Lokasi kami kan hanya bersebrangan. Sebab, bagaimana mental healthy pemohon menjadi salah satu item dalam pemeriksaaannya. Hasilnya, kami akan memberikan rekomendasi fit atau unfitnya.
Sementara itu, talkshow terus berlangsung secara offline dan diikuti secara online perusahaan se-Kabupaten Probolinggo. Talkshow berlangsung secara interaktif dan hangat.
Tiga narasumber yakni, kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo, Saniwar, S.Sos., M.Si Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Nurhadi Wijayanto, SE., MM serta dokter okupasi RS. Wonolangan dr. Lubna Anwar Sadat, MMK., Sp.OK., HIMA., AIFO-K. (el)
Editor : Muhammad Fahmi