KANIGARAN, Radar Bromo - Sepinya pengunjung Sentra Kuliner GOR A. Yani, Kota Probolinggo, mendapatkan tanggapan serius dari Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.
Ia menyebutkan, sepinya pembeli karena tidak ada kuliner khas yang menjadi daya tarik pengunjung untuk datang.
Wali Kota mengatakan, pedagang kaki lima (PKL) sudah disiapkan beberapa titik yang menjadi Kawasan PKL. Salah satunya di GOR A. Yani.
Ratusan PKL sudah berjualan di stan yang telah disiapkan. Tinggal bagaimana membuat warga datang dan tertarik berkunjung ke sentra kuliner.
“Banyak kegiatan sudah diadakan di GOR A. Yani. Begitu juga kejuaran olahraga dan event ditempatkan di GOR A. Yani,” katanya, Rabu (11/2).
Namun, kata Aminuddin, para PKL jangan hanya menunggu saat ada event atau kegiatan. Melainkan harus berinovasi dan lebih kreatif.
Menurutnya, Sentra Kuliner GOR A. Yani kurang ramai pengunjung karena tidak ada kuliner yang menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung. Karena itu, harus ada kuliner khas yang dijual di sana.
Dengan harapan, masyarakat mencari dan mendatangi sentra kuliner karena mencari kuliner khas.
“Kalau tidak ada pengunjung, bagaimana caranya? Harus buat kuliner khas yang membuat masyarakat datang mencari dan membelinya,” katanya.
Karena itu, Aminuddin mengaku, nantinya ingin sentra kuliner menjadi tempat kuliner khas Kota Probolinggo.
Seperti kuliner yang dikenal masyarakat Gado-Gado Merpati, bisa mmbuka cabang di Sentra Kuliner GOR A. Yani.
“Jadi, masyarakat datang karena memburu kuliner yang ada di sentra kuliner, bukan datang karena ada kegiatan,” jelasnya. (mas/rud)
Baca Juga: Kecepatan Angin di Perairan Pasuruan Bisa Capai 28 Knot, Nelayan Diminta Waspada
Editor : Moch Vikry Romadhoni