Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jelang Ramadan, Waspadai Penimbunan dan Permainan Harga Bahan Pokok, Satgas Pangan Turun Gunung

Inneke Agustin • Selasa, 10 Februari 2026 | 07:35 WIB
BAHAN POKOK: Satgas Pangan Kota Probolinggo mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Baru Kota Probolinggo.
BAHAN POKOK: Satgas Pangan Kota Probolinggo mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Baru Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Menjelang Ramadan 1447, ketersediaan dan harga bahan pokok di Kota Probolinggo menjadi perhatian serius.

Termasuk dari Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Probolinggo Kota.

“Kami memastikan stok bahan pokok tersedia dan harga masih dalam batas kewajaran. Ini bagian dari upaya Polri menjaga stabilitas pangan dan melindungi masyarakat menjelang Ramadan,” ujar Kanit II Pidter Polres Probolinggo Kota Ipda Iwan Hardi.

Jumat (6/2), Satgas Pangan memantau langsung harga bahan pokok di Pasar Baru, Kota Probolinggo.

Tujuannya, untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta mencegah adanya praktik penimbunan maupun permainan harga.

Iwan menegaskan, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan hukum bila ditemukan pelanggaran yang merugikan masyarakat.

Ia mengingatkan seluruh pedagang maupun distributor agar tidak melakukan penimbunan atau menaikkan harga secara tidak wajar.

“Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai dengan peraturan,” katanya.

Dari hasil pengecekan, secara umum ketersediaan bahan pokok di Pasar Baru terpantau aman. Harga sejumlah komoditas stabil.

Seperti beras premium Rp 14.900 per kilogram, gula pasir Rp 17.500 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp 15.700 per liter, serta telur ayam ras Rp 30.000 per kilogram.

Namun harga cabai rawit merah malah mahal, mencapai Rp 82.167 per kilogram. Kenaikannya dipicu faktor cuaca ekstrem yang berdampak terhadap produksi cabai.

“Tingginya curah hujan dan dampak badai siklon menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen, sehingga pasokan berkurang dan harga mengalami kenaikan,” ujarnya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#satgas #ramadhan #bahan pokok #pangan #polres #probolinggo