KADEMANGAN, Radar Bromo - Setelah jebol akibat terjangan banjir, Dam Kellep atau Dam Sumberkareng di Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, rampung diperbaiki.
Bendung bersejarah yang berdiri sejak awal 1900-an ini kini dilengkapi sistem pintu air berbasis motor listrik. Tujuannya, meningkatkan efektivitas pengendalian debit air.
Dam ini rusak parah setelah dihantam banjir yang membawa material sampah, Rabu, 15 Januari 2025.
Pintu dam yang semula menggunakan sistem otomatis berbasis klep, dievakuasi. Tujuannya, untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Koordinator Wilayah Probolinggo UPT PU SDA WS Welang-Pekalen Muhammad Fachru Syahroni mengatakan, sistem pintu dam kini telah diperbarui.
Pintu air lama digantikan dengan pintu konvensional yang dilengkapi motor listrik sebagai penggerak pembukaan dan penutupan.
Roni mengatakan, proses perbaikan dimulai sejak November 2025. Pekerjaan berlangsung sekitar 40 hari kerja.
Total anggaran sekitar Rp 800 juta yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Penggantian pintu dam saja anggarannya sekitar Rp 500 juta. Sisanya sekitar Rp 300 juta digunakan untuk penguatan plengsengan di sisi barat dam sepanjang 87 meter, karena kondisinya saat itu sudah kritis dan dikhawatirkan ambruk,” jelasnya.
Dengan sistem baru ini, operasional pintu air menjadi jauh lebih efisien. Pintu dam kini tidak lagi dibuka dan ditutup secara manual.
Petugas cukup menekan tombol dan pintu air akan terbuka secara otomatis dalam waktu sekitar 15 menit.
“Kalau masih manual, dibutuhkan tiga sampai empat orang dengan waktu sekitar 40 menit. Itu terlalu lama dan berisiko, karena bisa keduluan datangnya air saat debit meningkat,” ungkap Roni.
Meski telah menggunakan sistem motor listrik, Roni mengakui, mekanisme manual tetap disiapkan sebagai antisipasi bila listrik padam.
Pasalnya, sistem kelistrikan pintu dam saat ini masih bergantung pada pasokan listrik konvensional.
“Belum menggunakan teknologi alternatif seperti tenaga surya. Selain biaya perawatan yang cukup mahal, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan karena rawan pencurian,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga