KANIGARAN, Radar Bromo - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Probolinggo membutuhkan 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Puluhan dapur ini untuk melayani target penerima manfaat sekitar 77.896 anak.
Namun sejauh ini, baru berdiri dan beroperasi 17 SPPG.
Selebihnya, masih proses persiapan operasional hingga proses pengajuan perizinan.
Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Probolinggo terus meningkat. Penerima manfaat MBG juga terus bertambah.
“Dari kebutuhan 24 SPPG, sudah beroperasi 17 SPPG. Kemudian, lima SPPG lagi masih proses persiapan untuk beroperasi. Sedangkan, dua titik SPPG sisanya masih proses pengajuan izin,” katanya, Sabtu (7/2).
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari menegaskan, komitmen pemerintah untuk menjalankan Program MBG secara aman dan transparan.
Pihaknya tidak ingin ada kasus-kasus seperti di daerah lain. Karena jika itu terjadi, pasti sasaran utamanya pemerintah.
Selain itu, dapur MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa. Tetapi juga mendorong ekonomi lokal melalui rantai pasokan bahan pangan.
“Jadi harus ditekankan, rantai pasokan makanan berasal dari lokal saja agar ekonomi lokal bergerak,” ujarnya.
Menurutnya, MBG merupakan salah satu program nasional dari Presiden RI Prabowo Subianto, untuk anak-anak sekolah serta penerima manfaat lainnya.
Karena itu, SPPG harus memperhatikan kualitas menu dan gizi yang terukur.
“Semoga bisa memberi manfaat, bisa memberi kebaikan, dan keberkahan bagi sekitarnya. Perputaran ekonomi akan terjadi karena melibatkan pelaku usaha di Kota Probolinggo. Empat sehat lima sempurna harus selalu terjaga,” pesannya.
Dengan keberadaan SPPG, kata Ina, memberikan arti penting dan strategis menyediakan makanan layak dan sehat serta bergizi.
“Dapur SPPG harus dikelola secara profesional, higienis, serta tepat sasaran, tepat manfaat,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga