Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pencarian Balita Hilang di Tongas Probolinggo Dihentikan

Inneke Agustin • Sabtu, 7 Februari 2026 | 20:34 WIB
SISIR PERAIRAN: Petugas tim gabungan saat melakukan pencarian Muhammad Arsyad Arrozi, 2, balita asal Dusun Polai, Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, yang hilang Jumat (6/2).
SISIR PERAIRAN: Petugas tim gabungan saat melakukan pencarian Muhammad Arsyad Arrozi, 2, balita asal Dusun Polai, Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, yang hilang Jumat (6/2).

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Upaya pencarian terhadap Muhammad Arsyad Arrozi, 2, resmi dihentikan, Sabtu (7/2) sore.

Sebab hingga hari kelima pencarian, tim rescue gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan balita asal Dusun Polai, Desa Sumendi, Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Komandan Tim Pencarian dari Basarnas Banyuwangi, Andi Irawan menjelaskan, pada hari terakhir pencarian, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

Satu tim menyisir kembali muara sungai, sementara tim lainnya melakukan pencarian di perairan laut.

“Pencarian kami lakukan dari tepi Pantai Bahak hingga radius lima nautical mile ke arah laut menggunakan perahu karet,” ujar Andi.

Namun, hingga operasi pencarian dihentikan pada Sabtu sore, korban belum berhasil ditemukan. Tim rescue gabungan lantas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rangkaian operasi.

“Setelah evaluasi, kami berencana mendatangi rumah keluarga korban untuk menyampaikan secara langsung hasil pencarian selama lima hari. Korban belum dapat kami temukan. Padahal secara teori, biasanya dalam kurun tiga hari korban sudah muncul ke permukaan,” terangnya.

Andi menambahkan, sejak awal kejadian memang tidak ada saksi mata yang melihat secara pasti ke mana korban menghilang. Dugaan korban jatuh ke sungai pun belum dapat dipastikan sepenuhnya.

“Tidak ada yang melihat korban jatuh ke sungai. Hanya ditemukan jejak kaki kecil di tepi sungai yang diduga milik korban,” katanya.

Meski operasi pencarian dihentikan, Basarnas memastikan pemantauan tetap dilakukan.

Jika nantinya muncul tanda-tanda keberadaan korban, pihaknya akan kembali menindaklanjuti.

Selain itu, tim rescue telah melakukan pemapelan atau penyampaian informasi kepada para nelayan di sekitar Pantai Bahak.

“Kami minta nelayan untuk segera melapor ke pihak terkait apabila melihat atau mengetahui keberadaan korban,” pungkas Andi.

Sebagai informasi, Muhammad Arsyad Arrozi dilaporkan hilang pada Selasa (3/2) sore. Balita tersebut diduga terbawa arus sungai yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Paman korban, Ahmad Suyudi, 49, menuturkan bahwa ia terakhir kali melihat korban di depan rumah, sekitar pukul 17.00. Namun, 15 menit kemudian warga sekitar heboh dan mengatakan bahwa korban hilang.

Merasa khawatir, Suyudi bersama ayah korban berinisiatif menyusuri sungai yang berada di dekat rumah.

Hasilnya, mereka menemukan jejak kaki anak kecil yang diduga milik korban di tepi sungai. Sehingga, kemudian ada dugaan korban jatuh terpeleset ke sungai dan terbawa arus. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pencarian #balita hilang #Tongas #tim sar #probolinggo