PROBOLINGGO, Radar Bromo- Pencarian Muhammad Arsyad Arrozi, 2, balita asal Dusun Polai, Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan.
Jumat (6/2), tim rescue gabungan melakukan penyisiran di muara dan lautan.
Komandan Tim Pencarian dari Basarnas Banyuwangi Andi Irawan menyampaikan bahwa pada hari keempat fokus pencarian dilanjutkan hingga ke lautan.
Sebab, hari sebelumnya petugas telah menyisir Sungai Bayeman mulai dari titik Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) hingga ke muara.
“Namun hasilnya nihil, sehingga kami lanjutkan pencarian ke lautan,” katanya.
Pencarian dimulai dari Pantai Bahak. Tim pencarian dibagi menjadi dua SRU.
SRU pertama fokus ke pencarian di lautan dan SRU lainnya menyisir bagian muara lagi.
“Kami menggunakan satu alat perahu karet dengan pola paralel track line. Dari Pantai Bahak, kami bergerak ke arah barat sejauh 3 mil dan ke arah timur sejauh 3 mil. Namun hingga siang ini hasil masih nihil,” terangnya
Andi menyebutkan, tidak ada kendala berarti dalam pencarian tersebut. Namun penggunaan satu alat membuat area cakupan pencarian menjadi terbatas.
“Pencarian hari ini kami maksimalkan hingga pukul 16.30 karena juga memperhatikan keselamatan para relawan,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, korban dikabarkan hilang pada Selasa (3/2) sore. Diduga korban jatuh ke sungai di dekat rumahnya dan terhanyut.
Paman korban, Ahmad Suyudi, 49, menyampaikan bahwa ia terakhir kali melihat korban tengah berdiam diri di depan rumahnya sekitar pukul 17.00.
Namun, sekitar 15 menit kemudian, tetangga berkumpul untuk mencari korban yang disebutkan hilang.
Suyud sendiri menemukan jejak kaki anak kecil yang diduga merupakan jejak kaki korban di pinggir sungai. "Khawatirnya terjatuh ke sungai dan terseret arus," ujarnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi