TONGAS, Radar Bromo- Pencarian terhadap Muhammad Arsyad Arrozi, 2, memasuki hari ketiga, Kamis (5/2). Namun balita asal Dusun Polai, Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, belum ditemukan. Tim gabungan memaksimalkan upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.
Komandan Tim Pencarian dari Basarnas Banyuwangi Andi Irawan mengatakan, operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan membagi tim rescue menjadi tiga kelompok. Tujuannya untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas pencarian.
“Tim pertama melakukan penyisiran dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK) menuju Jembatan Bayeman. Tim kedua menyisir dari Jembatan Bayeman ke muara. Tim ketiga melakukan body rafting atau susur sungai,” jelasnya.
Basarnas dibantu berbagai unsur. Mulai dari masyarakat setempat, TNI-Polri dari Polsek Tongas-Koramil Tongas, BPBD Kota dan Kabupaten Probolinggo, hingga tim dari Songa Rafting dan Pekalen Rafting. Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet serta penyisiran manual di sepanjang aliran sungai.
Pencarian tidak lepas dari sejumlah kendala. Andi mengatakan, sungai dipenuhi berbagai rintangan. Seperti tumpukan sampah dan rumpun bambu. Mengharuskan tim melakukan pengecekan lebih teliti. “Kami harus memastikan di sekitar barongan tidak ada korban,” ujarnya.
Hingga pukul 12.00, kata Andi, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan. Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung hingga pukul 16.30. Setelah itu, tim akan melakukan pemantauan dan evaluasi sebelum melanjutkan pencarian keesokan harinya. “Pencarian akan kembali dilanjutkan Jumat (6/2),” katanya.
Diketahui, Selasa (3/2) sore, korban dikabarkan hilang. Ia diduga terbawa arus sungai di dekat rumahnya. Paman korban, Ahmad Suyudi, 49, mengaku terakhir melihat korban di depan rumahnya, sekitar pukul 17.00. “Setelah itu, saya tinggal ke dalam rumah untuk minum dan mandi, sekitar 15 menit," ujarnya.
Setelah Suyudi kembali ke depan rumah, korban sudah tidak ada. Para tetangga juga sudah berkumpul mencari korban. Setelah dicari, Suyudi mengaku menemukan jejak kaki anak kecil di sekitar sungai. Diduga jejak kaki korban. Keluarga khawatir korban terjatuh dan terseret arus sungai. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga