Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

LSD Masih Mengancam Ternak, Tahun Ini Kabupaten Probolinggo Tak Dapat Jatah Vaksin

Achmad Arianto • Rabu, 4 Februari 2026 | 20:11 WIB

 

HARUS SEHAT: Peternak di Sukapura memberikan pakan pada sapi miliknya. Dinas Pertanian mendapat tambahan vaksin LSD untuk mewaspadai LSD.
HARUS SEHAT: Peternak di Sukapura memberikan pakan pada sapi miliknya. Dinas Pertanian mendapat tambahan vaksin LSD untuk mewaspadai LSD.

DRINGU, Radar Bromo- Penyakit Lumpy Skin Desease (LSD) yang sering menyerang ternak, masih terus diwaspadai. Namun tahun ini, Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo tak mendapatkan jatah vaksin LSD. Baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh.

Nikolas Nuryulianto mengatakan, penanganan dan pencegahan penyakit LSD perlu terus dilakukan. Agar tidak menyebar terhadap ternak rentan yang kondisinya masih sehat.

“Potensi penyakit tentunya ada. Karena itu, kami melakukan pengawasan dan pengecekan ternak,” katanya.

Menurutnya, penyakit LSD perlu diwaspadai karena masih berpotensi menjangkit ternak. Penyakit dapat menyebar bila sapi divonis terjangkit penyakit atau diindikasi terkena penyakit berpindah tempat. Virus dapat menyebar karena beberapa hal. Mulai dari tingkat mobilisasi hewan ternak yang cukup tinggi.

Lalu, ternak yang terpapar virus namun tidak segera ditangani, akan menularkan penyakitnya. Penyebarannya akan masif, jika ternak yang terjangkit berada di kerumunan hewan ternak. Potensi penyebaran lebih parah bila kandang ternak tidak bersih. Serta tubuh ternak yang kotor.

“Untuk temuan tahun 2025 lalu, hanya ada 1 kasus LSD. Sementara, untuk alokasi vaksin LSD awal tahun ini kami masih belum ada,” jelasnya.

Penyakit ternak dapat dihindari dengan menjaga kebersihan sanitasi kandang dan menjaga tubuh ternak.

Pemilik ternak juga perlu membatasi mobilisasi. Penularan penyakit juga dapat terjadi melalui peralatan kandang tidak steril. Serta, penyebaran vektor lalat, nyamuk, pinjal, dan caplak.

Pengecekan ternak tidak hanya dilakukan di kandang. Tetapi juga di pasar hewan. Dengan demikian, identifikasi penyakit secara dini bisa dilakukan dengan cepat. “Meski temuan minim, pemantauan dan pemeriksaan akan terus kami lakukan,” katanya. (ar/rud)

Editor : Muhammad Fahmi
#ternak #Lumpy Skin Desease (LSD) #vaksin #LSD #probolinggo