PROBOLINGGO, Radar Bromo – Setelah dilaporkan hilang selama dua hari, akhirnya kakek Supoyo, 72, ditemukan.
Namun warga Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu ditemukan sudah meninggal.
Jasadnya mengapung di perairan sebelah timur Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Rabu (4/2) pagi.
Keberadaan korban pertama kali diketahui dari laporan nelayan sekitar pukul 08.45.
Nelayan tersebut melihat sesosok tubuh mengapung di laut, sekitar 5 mil dari pelabuhan Probolinggo.
Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tertelungkup, mengenakan celana pendek hitam dan kaus berwarna cokelat.
“Mendapat informasi itu, kami segera bergerak menuju lokasi yang berada di sisi timur Pulau Gili Ketapang,” terang Komandan KAL Sembulungan II-5-42, Kapten Laut (P) Riyanto.
Tim rescue gabungan pun langsung mengevakuasi tubuh korban. Mereka terdiri atas KAL Sembulungan, Basarnas Jember, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI AL Pos Kamla Mayangan, Polairud Polres Probolinggo, serta KSOP Probolinggo.
“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Jenazah korban kemudian mendarat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo,” jelas Riyanto.
Meski demikian, awalnya tim belum dapat memastikan identitas jenazah tersebut. Untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Mohammad Saleh, Kota Probolinggo.
“Kami belum bisa memastikan identitasnya di awal. Sehingga kami menunggu pihak keluarga untuk membantu proses identifikasi dan konfirmasi,” imbuhnya.
Tak berselang lama, identitas korban dipastikan sebagai Supoyo, 72, warga Kedungasem, Kecamatan Wonoasih.
Korban dilaporkan hilang sejak Senin (2/2) sore, setelah tak kunjung pulang dari sawah seperti biasanya.
Pihak keluarga sebelumnya menduga Supoyo jatuh ke sungai. Sebab, untuk menuju sawah, korban harus melintasi aliran sungai yang berada di sekitar lokasi pertanian.
“Kami bersama pihak keluarga sudah melakukan konfirmasi dan benar bahwa jenazah yang ditemukan tersebut adalah Bapak Supoyo, warga kami,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi