TONGAS, Radar Bromo-Warga Dusun Polai, Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/2) sore geger. Seorang balita dikabarkan hilang.
Diduga sang balita terbawa arus sungai di sekitar rumahnya. Upaya pencarian pun dilakukan hingga berita ini ditulis.
Balita yang hilang itu diketahui bernama Arsya. Paman korban, Ahmad Suyudi, 49 menyampaikan, ia terakhir kali melihat Arsya tengah berdiam diri di depan rumahnya sekitar pukul 17.00.
"Setelah itu, saya tinggal ke dalam rumah untuk minum dan mandi, sekitar 15 menit an," ungkap Suyudi.
Namun setelah Suyud kembali ke depan rumah, Arsya sudah tidak ada. Saat itu, para tetangga sudah berkumpul dan mencari korban.
"Ternyata korban hilang. Akhirnya saya dan ayah korban berinisiatif mengecek ke sungai. Khawatir main kesana," cerita Suyudi.
Di tepi sungai, korban tak nampak. Namun Suyud menemukan jejak kaki anak kecil yang diduga merupakan jejak kaki korban. "Khawatirnya terjatuh ke sungai dan terseret arus," ujarnya.
Suyud dan ayah korban sudah sempat menyisir tepi sungai hingga dua kilometer ke arah utara.
"Tapi masih belum ketemu. Ditanyakan ke rumah saudara-saudaranya, tidak ada," katanya.
Suyud mengaku memang sering mengingatkan anak-anak untuk tidak main ke sungai di atas jam 17.00.
"Ini karena biasanya air sungai naik atau banjir di jam-jam segitu. Takutnya tiba-tiba ada air datang, makanya saya larang," tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, keberadaan korban belum diketahui. Baik warga, pihak keluarga, BPBD Kabupaten Probolinggo, dan Basarnas Jember sudah turun untuk menyisir lokasi sungai yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi