KANIGARAN, Radar Bromo– Dengan alasan efisiensi anggaran, PT Bahari Tanjung Tembaga (BTT) mengurangi anggaran pembelian armada truk untuk jasa angkut di Pelabuhan DABN Probolinggo.
Dari rencana awal Rp 6 miliar, menjadi Rp 4 miliar saja. Itu pun tidak semua truk yang akan dibeli merupakan armada baru. Melainkan juga truk bekas atau second.
Fakta ini langsung menjadi sorotan Komisi II DPRD Kota Probolinggo saat rapat dengar pendapat (RDP) Senin (2/2). Sebab, rencana bisnis (renbis) Perseroda tersebut akhirnya berubah.
Selama RDP itu, renbis PT Bahari Tanjung Tembaga menjadi salah satu sorotan Komisi II.
Salah satunya, rencana pengadaan armada truk untuk jasa angkut di Pelabuhan DABN yang berkurang Rp 2 miliar.
”Saat pembahasan di Pansus, rencana pembelian armada truk dianggarkan sebesar Rp 6 miliar. Namun direktur mengatakan bahwa pengadaan armada truk saat ini hanya Rp 4 miliar,” terang Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Ryadlus Sholihin Firdaus.
Rencananya, anggaran Rp 4 miliar itu akan digunakan untuk pengadaan empat truk. Rinciannya, dua truk baru dan dua truk bekas.
Ryad –panggilan akrabnya- mengatakan, memang dalam renbis tidak disebutkan apakah yang dibeli armada truk baru atau bekas. Hanya disebutkan secara umum, yaitu pembelian armada truk.
Namun Komisi II, menurutnya, menyerahkan keputusan tentang pemilihan jenis armada pada direktur.
Pihaknya hanya memastikan bahwa modal yang hendak dikucurkan pada PT Bahari Tanjung Tembaga benar-benar efektif dan efisien
Meski demikian, Komisi II mengingatkan direksi untuk teliti dalam pengadaan armada truk. Mulai jenis atau tipe, terutama kalau yang dibeli adalah armada bekas.
Sebab, hal itu berkaitan dengan kepercayaan di dunia bisnis atau kepercayaan pada pelaku usaha. Jika unit armada dianggap kurang memadai, maka Perseroda akan sulit mendapat sambutan baik dari pasar. Bahkan, bisa saja sulit bersaing.
“Namun jika armada yang disediakan oleh Perseroda adalah armada sehat, baik, dan sesuai kebutuhan, maka akan mendapat sambutan baik dari user,” lanjutnya.
Di sisi lain, PT Bahari Tanjung Tembaga menargetkan mulai beroperasi bulan Maret. Pada bulan Maret itu, sebagian besar barang akan lewat di Pelabuhan Kota Probolinggo.
“Karena itu, saya juga minta pada Bagian Keuangan BPPKAD untuk segera transfer anggaran penyertaan modal ke rekening Perseroda,” terangnya.
Direktur PT Bahari Tanjung Tembaga Noviyadi mengatakan, pihaknya memang melakukan perubahan renbis. Tujuannya yaitu untuk melakukan efisiensi anggaran.
Salah satu efisiensi yang dilakukan yaitu pengadaan empat armada truk tronton ukuran 2 x 6 losbak. Pengadaan ini dianggarkan Rp 4 miliar saja dari rencana semula Rp 6 miliar.
”Terkait baru atau bekas layak jalan, nanti sesuai kebutuhan dan kecukupan anggaran,” terangnya.
Rencananya, pengadaan armada truk akan dilakukan Februari. Kemudian, ditargetkan pertengahan atau akhir Maret perseroda sudah mulai beroperasi.
Bisnis yang akan dilakukan yaitu jasa tranportasi angkut barang dari pelabuhan DABN atau ke pelabuhan DABN.
”Nantinya, rencana bisnis kami adalah pengelolaan dan pengolahan air yang akan bekerja sama dengan Perumda Bayuangga. Sehingga, nanti juga direncanakan membeli atau sewa truk tangki untuk operasional pengiriman air ke pelabuhan DABN tersebut,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi