DRINGU, Radar Bromo - Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak hingga saat ini masih cukup menjadi atensi Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo.
Awal tahun ini Dinas Pertanian mendapatkan dropping 7.000 dosis vaksin PMK untuk disuntikkan pada ternak rentan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Nikolas Nuryulianto mengatakan, vaksinasi PMK pada ternak masih terus dilakukan.
Pasalnya penyakit menular yang disebabkan oleh virus tersebut dapat menyebar dengan cepat apabila tidak ditangani secara konsisten.
Kondisi demikian tentunya akan merugikan masyarakat sebagai pemilik ternak. Karenanya selama stok vaksin masih tersedia, maka penyuntikan akan terus dilakukan.
“Vaksinasi PMK harus konsisten dilaksanakan, upaya ini dilakukan untuk mengendalikan potensi sebaran PMK,” katanya.
Awal tahun ini Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo mendapatkan alokasi 7.000 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat.
Vaksin ini nantinya akan disuntikkan pada ternak yang cukup rentan PMK. Seperti sapi, kambing, domba, kuda, dan hewan lainnya yang berpotensi terkena PMK.
Dengan stok vaksin PMK tersebut, pihaknya meminta agar masyarakat pemilik ternak kooperatif untuk melakukan vaksinasi ternak yang dimilikinya.
Khususnya ternak rentan yang belum pernah disuntik PMK. Sementara ternak tersebut memiliki mobilitas yang tinggi. Cepat berpindah dari tempat atau pasar hewan lainnya. Sehingga kerentanannya cukup tinggi.
Di sisi lain Nikolas juga mengingatkan bahwa untuk mengendalikan PMK tersebut, perlu ada kesadaran dari pemilik ternak melakukan pemeliharaan yang baik.
Memberikan pakan yang sehat dan higienis. Serta menjaga kebersihan tubuh ternak dan kandang. Sehingga potensi berkembangnya virus menjadi lebih rendah.
“Petugas sudah berupaya tentunya harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Sehingga upaya untuk mengendalikan virus ini bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid