TONGAS, Radar Bromo–Hujan deras kembali menyebabkan jembatan ambrol di Tongas, Kabupaten Probolinggo. Kali ini yang ambrol jembatan penghubung Desa Sumberejo dan Semendi.
Kaki jembatan sebelah utara ambrol setelah badan jembatan diterjang banjir.
Tori, 40, warga Desa Semendi menjelaskan, jembatan ambrol pada hari Jumat (30/1), sekitar pukul 17.00. Sebelumnya, hujan deras turun di Semendi dan membuat sungai yang mengalir di bawah jembatan banjir.
“Jembatan ini ambrol diterjang banjir saat hujan deras, Jumat sore sekitar jam lima,” ujarnya.
Menurut Tori, jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama warga dua desa. Tidak hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, kendaraan roda empat pun bisa melewati jembatan ini.
Namun, setelah fondasi jembatan ambrol, struktur jembatan jadi miring. Jembatan terpaksa ditutup demi keselamatan warga.
“Saat ini jembatan hanya bisa dilewati pejalan kaki. Kendaraan tidak boleh melintas karena kondisinya sangat berbahaya,” jelasnya.
Ambrolnya jembatan tersebut membuat aktivitas warga dua desa terganggu. Karena itu, warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jembatan itu.
Sebab, jembatan ini satu-satunya akses jalan terdekat bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari.
“Kalau harus memutar lewat jalur lain, jaraknya jauh sekali. Sampai dua kali lipat dari biasanya,” keluh Tori.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan, pihaknya sedang mengoordinasikan upaya perbaikan jembatan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Penanganan akan disesuaikan dengan skala prioritas serta kemampuan fiskal daerah.
“Awal tahun ini banyak sekali kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi. Jadi, semua harus ditangani secara bertahap,” katanya.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan kejadian ini tetap menjadi perhatian serius. Sebab, menyangkut akses vital masyarakat.
Salah satu langkah awal yang tengah dipertimbangkan adalah pembangunan jembatan darurat sebagai solusi sementara.
“Jembatan darurat menjadi alternatif tercepat untuk membuka kembali akses warga. Kami akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi