Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pohon Tumbang Setelah Angin Kencang di Probolinggo Sempat Ganggu Akses Jalan

Inneke Agustin • Minggu, 1 Februari 2026 | 06:11 WIB
POTONG: Sejumlah warga bantu pemotongan pohon di rumah Juma
POTONG: Sejumlah warga bantu pemotongan pohon di rumah Juma

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Angin kencang yang terjadi pada Jumat (30/1) sore tak hanya merusak rumah. Tapi juga mengganggu akses jalan karena beberapa pohon tumbang di jalan raya.

Petugas kebencanaan dan warga ikut dibuat sibuk untuk mengevakuasi ranting dan batang pohon agar akses tak terganggu.

Tak hanya di Kabupaten Probolinggo, daerah kota pun terimbas adanya cuaca ekstrem, Jumat (30/1) sore. Puluhan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan dan bahkan ada yang sampai menimpa bangunan.

Kalaksa BPBD Kota Probolingo, Boedi Harjanto menyampaikan bahwa hujan lebat dan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah lokasi.

Yakni di Jalan Jeruk, Jalan KH. Mansyur, 4 pohon di Jalan Mastrip, 2 pohon di Jalan Anggur, Jalan Lumajang, Jalan Prof Hamka, 2 pohon di Jalan Kedondong, Jalan Kerinci, Jalan Maramis, Jalan Sirsak, dan Jalan Delima.

"Ada satu rumah mengalami rusak sedang akibat tertimpa pohon di Kelurahan Kareng Lor, satu pagar rumah rusak sedang di Kelurahan Kedopok, dan taman SDN Wonoasih 2 rusak sedang," sebutnya.

Pemilik rumah yang terimbas pohon tumbang, Juma'ati, 38 menyampaikan bahwa pohon mangga di depan rumahnya itu tiba-tiba tumbang sekitar pukul 15.30. Pohon tersebut tumbang ke arah utara sehingga mengenai bibir genting rumahnya.

"Memang sore itu angin kencang, jadi pohonnya tiba-tiba tumbang. Untung tidak sampai kena rumah atau kena ke orangnya. Cuma sedikit genting yang kena, mungkin kerugiannya sekitar Rp 500 ribu," ungkap warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan, Kecamatan Kedopok tersebut.

Sementara Saman, 65 mengaku kaget saat pohon di depan bengkelnya roboh, Jumat (30/1) sekitar pukul 14.00. Beruntung tak sampai mengenai ke atap tempat usahanya itu. "Karena tumbangnya ke samping. Kalau ke depan kena ke bengkel," tuturnya.

Saman berharap pohon-pohon di tepi jalan, utamanya depan bengkelnya bisa dipotong oleh DLH Kota Probolinggo. "Sebab terlalu  tinggi dan rimbun. Ini kalau sampai ada hujan angin lagi, roboh kena ke bengkel dan rumah saya," pungkasnya.

Begitu juga di Kabupaten Probolinggo. Petugas Satpol PP, damkar bersama BPBD melakukan evakuasi pohon tumbang sejak sore hingga malam hari. Evakuasi difokuskan di Kecamatan Dringu dan Kecamatan Lumbang.

“Ada lima pohon tumbang yang kami evakuasi. Yakni di Kecamatan Dringu dan Desa Boto, Kecamatan Lumbang,” jelas Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami.

Taufik menyebutkan, pohon-pohon tersebut roboh ke badan jalan dan sempat menyebabkan kemacetan. Di wilayah Dringu, antrean kendaraan mencapai sekitar 200 meter ke arah timur dan barat selama kurang lebih 10 menit. “Alhamdulillah, penanganan arus lalu lintas juga dibantu oleh Satlantas Polres Probolinggo,” ujarnya.

GERAK CEPAT: Personel BPBD dan damkar mengevakuasi ranting pohon setelah tumbang.
GERAK CEPAT: Personel BPBD dan damkar mengevakuasi ranting pohon setelah tumbang.

Proses evakuasi melibatkan sekitar 17 personel gabungan dengan dukungan empat unit chainsaw. “Pemotongan pohon dilakukan dengan cepat, kemudian kayu langsung dipindahkan ke tepi jalan agar arus lalu lintas kembali normal,” katanya.

Tak hanya angin kencang, hujan deras juga mengakibatkan genangan air di sejumlah wilayah. Di Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, tepatnya di Dusun Bibis, sempat terjadi genangan. Namun air berangsur surut sekitar sejam setelah hujan reda.

Sementara itu, genangan yang lebih parah terjadi di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih. Selain banjir genangan, jembatan darurat berbahan bambu yang menghubungkan Dusun Beji dan Banjar Utara dilaporkan putus dan hanyut terbawa arus. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#cuaca ekstem