PROBOLINGGO, Radar Bromo - Kecelakaan kerja kembali terjadi di wilayah Kota Probolinggo. Seorang teknisi PT Amak Firdaus Utomo (AFU), Sugiono Hadi Purwanto, 30, warga Desa Pabean, Kecamatan Dringu, meninggal dunia saat menjalankan tugasnya, Sabtu (31/1).
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa korban diduga mengalami kecelakaan saat melakukan perbaikan mesin demolder di area kerja perusahaan.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun kepolisian, korban mengalami benturan keras pada bagian kepala.
“Informasi awal yang kami terima, korban saat itu hendak memasang baut pada mesin demolder. Namun, kepalanya diduga terkena temper mesin,” ujar AKP Zaenal.
Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Mendapat laporan adanya kecelakaan kerja, petugas Polres Probolinggo Kota segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari para saksi.
“Jenazah korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh untuk keperluan penanganan lebih lanjut,” tuturnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut. Sejumlah saksi di lokasi kejadian telah dimintai keterangan.
“Kami masih mendalami kasus ini dengan menggali keterangan dari beberapa saksi. Proses penyelidikan masih berjalan,” tegas AKP Zaenal.
Sementara itu, Manajer PT AFU, Syaifudin menyampaikan bahwa korban merupakan pegawai kontrak yang telah bekerja di perusahaan tersebut selama kurang lebih dua tahun.
“Untuk kronologi pastinya kami masih belum mengetahui secara detail. Namun, dari informasi yang kami terima dari beberapa pekerja, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00," ungkapnya.
Syaifudin menambahkan, pihak perusahaan akan memberikan santunan kepada keluarga korban.
Adapun terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada saat kejadian, pihaknya masih melakukan pengecekan internal.
“Nanti akan kami pastikan kembali dengan bagian yang membawahi korban agar informasinya lebih jelas,” pungkasnya. (gus/fun)
Editor : Fandi Armanto