Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Duh, Belum Sebulan Dibuka, Bollard di Alun-alun Probolinggo Sudah Rusak, Diduga Sering Dinaiki Pengunjung

Arif Mashudi • Kamis, 29 Januari 2026 | 20:19 WIB

 

LANGSUNG DIPERBAIKI: Petugas memperbaiki bollard di sisi timur Alun-alun Probolinggo yang mulai goyang. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
LANGSUNG DIPERBAIKI: Petugas memperbaiki bollard di sisi timur Alun-alun Probolinggo yang mulai goyang. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

MAYANGAN, Radar Bromo-Alun-Alun Kota Probolinggo baru dibuka tak sampai sebulan lalu usai direvitalisasi. Namun bollard di alun-alun sudah ada yang rusak. Yaitu, tiang pendek yang dipasang untuk keamanan dan pembatas.

Sejumlah bollard kondisinya mulai goyang. Karena itu, CV Probolinggo Cemerlang sebagai pelaksana langsung melakukan perbaikan.

Sebab, jika dibiarkan, dikhawatirkan kerusakan pada bollard akan makin parah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti membenarkan kondisi itu.

Pihaknya sempat mendapat laporan bahwa saat ini ada beberapa bollard yang mulai goyang.

Karena itu, pihaknya langsung meminta pelaksana untuk melakukan perbaikan.

Sebab, proyek yang selesai di akhir tahun 2025 itu masih berada dalam tahap pemeliharaan selama setahun hingga akhir tahun 2026.

”Kami sudah minta pelaksana untuk melakukan perbaikan dan pelaksana sudah memperbaiki. Jika ada kerusakan bahan material harus pesan, tidak bisa langsung diperbaiki,” katanya.

Salah satu yang rusak atau butuh perbaikan, menurut Rini (panggilannya), adalah bollard.

Diduga, bollard tersebut dijadikan tumpuan beban oleh pengunjung. Mungkin untuk sandaran atau tempat duduk. Sehingga, akhirnya goyang.

Padahal, bollard hanya pembatas yang dipasang supaya kendaraan tidak masuk dan naik ke trotoar.

Karena itu, pihaknya minta agar bollard itu difungsikan sebagaimana mestiknya.

”Kami juga imbau pada masyarakat supaya ikut menjaga dan merasa memiliki. Supaya kawasan alun-alun yang sudah bagus ini dapat dinikmati seterusnya,” harapnya.

Halim, manajer pemeliharaan di CV Probolinggo Cemerlang mengatakan, pihaknya sudah menugaskan pekerja untuk standby di alun-alun. Sebab, alun-alun tersebut hampir 24 jam ramai dikunjungi.

Ramainya pengunjung diduga membuat penggunaan fasilitas alun-alun tidak tepat. Sehingga akhirnya ada fasilitas yang rusak. Seperti bollard yang mulai rusak atau goyang.

Menurutnya, bollard seharusnya berfungsi sebagai pembatas di trotoar. Namun malah dinaiki, didorong, dan lainnya.

”Kami berupaya langsung memperbaiki kerusakan-kerusakan ringan yang ada. Karena memang tanggung jawab kami sebagai pelaksana selama pemeliharaan setahun ini,” ungkapnya. (mas/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#rusak #Goyang #revitalisasi #alun-alun probolinggo #bollard