DRINGU, Radar Bromo - Kebakaran nyaris menghanguskan tempat produksi tahu milik warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Nurul, 35.
Beruntung saat api berkobar, warga sekitar segera menghubungi tim pemadam kebakaran (damkar). Api pun bisa segera dipadamkan.
Insiden ini bermula saat pekerja memproduksi tahu, Selasa (27/1) sore. Seperti biasa, produksi tahu skala rumahan ini dilakukan menggunakan tungku kayu. Pekerja memasukkan kayu bakar ke tungku lantas meninggalkannya.
Tak lama kemudian, saat kembali, api berkobar begitu besar. Sampai merembet ke tempat penyimpanan kayu tak jauh dari tungku.
Panik, pekerja memberitahu perangkat desa. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Damkar Pos Unit Dringu.
“Api membesar diduga karena pengapian yang terlalu besar,” ujar Korlap Damkar Wilayah Barat Suharsono, Rabu (28/1).
Satu unit mobil damkar beserta 6 orang anggota damkar mendatangi lokasi kejadian. Rupanya akses cukup sempit, sehingga mobil tidak maksimal menjangkau lokasi.
Petugas pun memanjangkan selang pemadam sampai titik kobaran api.
Petugas melakukan penyemprotan titik api di dapur produksi. Setelah padam dilanjutkan ke titik rambatan api.
Api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan. Tujuannya, mengantisipasi adanya sisa bara api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran. Satu jam kemudian api bisa dipadamkan.
“Pekerja lalai memantau pengapian, sehingga terjadi kebakaran. Beruntung api bisa segera dipadamkan, tidak sampai menghanguskan seluruh bangunan. Total kerugian ditaksir Rp 15 juta,” terangnya. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga