KANIGARAN, Radar Bromo–Sudah setengah bulan sisi utara Sentra Kuliner GOR A. Yani Kota Probolinggo diresmikan. Sayangnya, baru separo stan PKL yang ditempati dari total 81 stan yang ada.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kawasan sentra kuliner ini sudah dipasangi portal parkir elektronik. Baik itu di pintu masuk (selatan), maupun pintu keluar (utara).
Namun aktivitas terlihat lebih damai di sisi selatan. Di sini, hampir semua stan PKL aktif berjualan. Sedangkan di sisi utara, separo stan kosong. Di stan yang kosong itu, tidak ada barang sama sekali.
Salah satu pedagang di sisi utara mengaku, sebelumnya ia berjualan di tepi Jalan dr. Soetomo.
Namun semua pedagang di Jalan dr Soetomo ditertibkan. Mereka dilarang berjualan di tempat itu lagi. Kemudian, diminta pindah ke sentra kuliner sisi utara.
Sayangnya, pembeli di lokasi baru ini sangat sepi. Bahkan, sejak awal buka hingga kini. Event atau kegiatan yang digelar di GOR A. Yani, juga belum mampu meningkatkan jumlah pembeli.
”Sepi pembeli. Paling ramai itu saya dapat kotor hanya Rp 30 ribu. Jadi sekarang modal saya habis sudah,” kata Umik, salah satu PKL.
Ia mengaku, selama ini dirinya berjualan secara bertahap. Sebab jika tidak, izin stan akan dicabut dan digantikan orang lain.
Kenyataannya, banyak stan kosong dan belum ditempati sama sekali. Entah stan tersebut sudah dicabut izinnya dan diganti pedagang lain, dirinya tidak tahu pasti.
”Kami pedagang ini rasanya seperti hewan disuruh masuk kendang. Sesudah masuk kandang, dibiarkan begitu saja. Masih hidup atau mati, tidak pernah ditanya oleh pemerintah,” ungkapnya.
Heri, PKL lain mengalami hal serupa. Dia pun berharap para pedagang diberi izin berjualan di tepi jalan lagi. Sebab, biasanya pembeli meningkat selama Ramadan.
“Tetapi pemerintah melarang dan harus berjualan di sentra kuliner. Padahal, jualan di ini sepi pembeli,” katanya.
Karena itu, Heri sangat berharap pedagang boleh berjualan di pinggir jalan lagi. Baru setelah Lebaran, kembali ke sentra kuliner.
Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi Kepala DKUP Kota Probolinggo Slamet Swantoro. Namun sampai berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan respons. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi