Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tertimpa Muatan Kayu saat Bongkar Muat di Pelabuhan DABN Probolinggo, Sopir asal Tongas Tewas

Arif Mashudi • Rabu, 28 Januari 2026 | 17:56 WIB

 

Suasana pintu masuk dermaga pelabuhan DABN Probolinggo, (28/1). Rabu pagi terjadi kecelakaan kerja yang membuat sopir truk meninggal.
Suasana pintu masuk dermaga pelabuhan DABN Probolinggo, (28/1). Rabu pagi terjadi kecelakaan kerja yang membuat sopir truk meninggal.
 

MAYANGAN, Radar BromoAgenda Hartono, 57, mengantar kayu ke Pelabuhan Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) Probolinggo, Rabu (28/1) pagi, berujung tragedi. Sopir truk trailer asal Dusun Krajan, Desa Curah Tulis, Tongas, Kabupaten Probolinggo, tersebut kejatuhan muatan kayu dari trailer yang disopirinya. Dia pun meninggal.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, diduga korban kejatuhan kayu saat membuka tali pengikat atau tali krek (ratchet tie down) di trailer.

Dia membuka sendiri tali itu, tanpa koordinasi dengan pekerja jasa dari Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan tersebut.

Manajer Operasional DABN Probolinggo Candra Kurniawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Menurutnya, korban langsung dilarikan ke RS Darma Husada Kota Probolinggo setelah kejatuhan kayu.

Namun nyawanya tak tertolong. Korban meninggal setelah beberapa saat mendapat perawatan medis.

Chandra sendiri mendapat laporan kejadian tersebut sekitar pukul 10.00. Saat itu, truk trailer muatan kayu dari Probolinggo masuk ke dermaga Pelabuhan DABN. Truk trailer itu disopiri korban.

”Korban membawa truk muatan kayu itu sendirian tanpa kernet. Rencananya kayu itu akan dikirim ke Papua,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sampai di pelabuhan, seharusnya kayu dibongkar dan dimasukkan ke kapal untuk dikirim ke Papua.

Karena itu, ada proses bongkar muat di pelabuhan yang dilakukan pekerja jasa TKBM.

Sebelum bongkar muat dilakukan, biasanya sopir berkoordinasi lebih dulu dengan pekerja jasa TKBM. Namun saat itu, diduga kuat korban tidak koordinasi dengan petugas jasa TKBM.

Korban turun dari ruang kemudi, kemudian membuka sendiri tali pengikat truk. Begitu tali dibuka, sejumlah muatan kayu di bak truk berjatuhan. Tepat menimpa korban yang saat itu berdiri di samping truk trailer.

Melihat kejadian itu, menurut Candra, petugas DABN langsung menolong korban. Dia dilarikan ke RS Dharma Husada Kota Probolinggo.

Namun korban tidak dapat diselamatkan. Sekitar pukul 11.00, dia dinyatakan meninggal. Diduga korban terluka parah akibat benturan dari kayu yang menimpa bahunya.

Tidak lama kemudian, keluarga membawa pulang jenazah korban ke rumah duka. Mereka menerima kejadian tersebut murni sebagai kecelakaan kerja.

”Korban sudah menggunakan safety K3 seperti helm. Tapi karena benturan cukup keras, korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit. Tapi korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal,” terangnya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan tentang kecelakaan kerja itu. Petugas lantas datangi lokasi dan melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP, diduga korban tertimpa kayu muatannya saat melepaskan tali pengikat truk trailer. ”Kami masih menyelidiki dan belum dapat menyampaikan hasil olah TKP seperti apa,” ujarnya. (mas/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#dabn #kecelakaan kerja #rs dharma husada #sopir truk #pelabuhan #TKBM #trailer #probolinggo