Mantan Ketum MUI Kab Probolinggo KH Munir Cholili Wafat, Ulama Kharismatik Pengasuh Ponpes Rofiatul Islam Krejengan

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Selasa, 27 Januari 2026 | 21:41 WIB

 

 

TUTUP USIA: KH Munir Kholili semasa hidup. (Istimewa)
TUTUP USIA: KH Munir Kholili semasa hidup. (Istimewa)

KRAKSAAN, Radar Bromo-Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabupaten Probolinggo kehilangan salah satu ulama sepuhnya. Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, KH Munir Cholili, tutup usia Senin (27/1) sore.

Pengasuh Pondok Pesantren Rofiatul Islam Krejengan itu meninggal dunia pada usia 88 tahun.

Kiai Munir mengembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di Kota Malang sekitar pukul 17.00 WIB.

Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang rasa kehilangan mendalam, baik dari kalangan keluarga, santri, maupun masyarakat luas.

Menantu almarhum, KH Ahmad Mudlofir Irwani, membenarkan wafatnya tokoh kharismatik tersebut. Menurutnya, kondisi kesehatan Kiai Munir memang terus menurun dalam satu bulan terakhir.

“Sekitar sebulan ini kesehatan beliau menurun. Menjelang magrib, sekitar pukul 17.00 WIB, beliau wafat,” ujarnya.

Ia menambahkan, almarhum memiliki riwayat penyakit komplikasi yang membutuhkan perawatan intensif. Beberapa di antaranya adalah gangguan ginjal, jantung, serta paru-paru.

“Beliau menderita beberapa penyakit sekaligus, termasuk ginjal, jantung, dan paru-paru,” jelasnya.

Hingga Senin petang, jenazah masih berada di Malang. Keluarga masih bermusyawarah untuk menentukan waktu pemakaman.

“Masih dibicarakan bersama keluarga, apakah dimakamkan malam ini atau besok,” imbuhnya.

Kepergian KH Munir Cholili meninggalkan duka mendalam bagi jajaran MUI Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris MUI, Yasin, menyebut almarhum sebagai sosok ulama panutan yang memiliki kepribadian teduh dan penuh keteladanan.

“Kami sangat kehilangan. Beliau ulama yang sabar, istiqamah, disiplin, bertanggung jawab, ngemong, tawadlu, toleran, selalu husnudzon, dan tidak segan bertanya serta meminta informasi. Namun beliau juga tegas terhadap aliran menyimpang dan kemaksiatan yang merusak nilai-nilai Islam,” tutur Yasin dengan suara bergetar.

Yasin mengaku telah mendampingi KH Munir selama sekitar 15 tahun. Menurutnya, itu bukan waktu yang singkat untuk menyaksikan langsung keteladanan seorang pemimpin umat.

“Beliau menjabat Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo sejak 2010 hingga akhir 2025. Semoga kami mampu mewarisi jejak dakwah dan keteladanan beliau. Selamat jalan, ulama sepuh panutan. Semoga Allah menempatkan beliau di sisi terbaik-Nya,” pungkasnya. (mu/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
tutup usia ulama Kharismatik wafat mui probolinggo