TONGAS, Radar Bromo-Warga Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, gotong royong mengantisipasi banjir susulan.
Mereka memperbaiki parapet yang jebol akibat diterjang banjir Sabtu (17/1). Perbaikan dilakukan secara swadaya Jumat (23/1).
Minggu (25/1), warga kerja bakti memasang sandbag di sekitar lokasi parapet yang jebol.
Tujuannya sebagai langkah antisipasi mencegah banjir kembali terjadi di Dusun Prapatan, RT 14/RW 04.
Kepala Desa Tambakrejo Arifin menyampaikan, ada satu parapet di wilayahnya yang rusak diterjang banjir Sabtu (17/1). Lokasinya di Dusun Prapatan, RT 14/RW 04.
“Parapet yang rusak panjangnya sekitar lima meter dengan ketinggian dua meter,” jelas Arifin.
Karena khawatir kerusakan tersebut dapat memicu banjir susulan, warga setempat berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri.
Proses perbaikan dilakukan dalam waktu satu hari dengan melibatkan partisipasi warga sekitar.
“Perbaikannya menggunakan susunan batu bata, kemudian diaci untuk menutup bagian yang jebol. Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah kembali seperti semula,” tuturnya.
Selain parapet di Dusun Prapatan, banjir juga menyebabkan tanggul sungai jebol di Dusun Wringinan.
Untuk penanganan lokasi tersebut, pemerintah desa mendapatkan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur.
“Perbaikan tanggul di Dusun Wringinan dibantu PU SDA Provinsi Jatim dan menggunakan alat berat berupa ekskavator. Kami membuat tanggul sementara dari sisa material banjir dan tanah di sekitar lokasi. Lalu ditata dan dibentuk kembali menjadi tanggul,” terangnya.
Kasi Operasi PU SDA Provinsi Jawa Timur Hizbul Maulana menjelaskan, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya penanganan dampak bencana banjir di Sungai Laweyan.
Beberapa kegiatan telah dilakukan, di antaranya normalisasi sungai di Jembatan Penunggul, Kecamatan Nguling.
“Kami juga sudah normalisasi dan menutup jebolan tanggul tanah di Desa dan Kecamatan Nguling. Kemudian normalisasi, perkuatan, dan peninggian tanggul tanah di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas,” jelas Hizbul. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi