PROBOLINGGO, Radar Bromo-Jangkauan kereta api (KA) commuter line atau komuter Surabaya-Pasuruan (Supas) bakal kian panjang. Paling lambat, KA Komuter yang diberi nama Supaspro (Surabaya-Pasuruan-Probolinggo) mulai beroperasi pada 1 Maret mendatang.
Rencananya, KA komuter Supaspro itu memiliki jadwal dua kali pemberangkatan per hari. Dengan dikenai tarif Rp 8000 sekali perjalanan.
Dari 2 jadwal pemberangkatan itu, yang pertama berangkat pagi pukul 04. 10 WIB sampai Surabaya sekitar pukul 06.45 WIB.
Sementara malam hari dari Surabaya pukul 18.10 WIB masuk Kota Probolinggo sekitar pukul 20.57 WIB. Dengan tarif maksimal Rp 8000 dimana sesuai aturan jarak kurang dari 85 KM tarifnya Rp 6500, diatas 85 KM Rp 8.000.
Namun, tariff itu masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Hal itu ditegaskan President Director PT Kereta Commuter Indonesia Mochamad Purnomosidi saat berkunjung ke Kota Probolinggo.
Menurutnya, KA komuter Supaspro juga diberlakukan kebijakan yang sama. Yakni, tiket hanya bisa dipesan secara online melalui KAI Access.
"Kami sangat antusias dan berharap bahwa perpanjangan Supas bisa semakin menarik, semakin berkembang di Probolinggo ini. Kami support full kereta ini sehingga harapan kami sama, bisa kami operasikan sebelum 1 Maret 2026," jelas Purnomo.
Kepada Wali Kota Probolinggo dan jajarannya, Purnomosidi banyak menjelaskan tentang Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang merupakan bagian dari PT KAI dalam rangka mendukung proses bisnis.
KCI mengoperasikan kereta subsidi dengan jarak pendek sampai menengah seperti kereta urban, dan lain sebagainya.
Purnomosidi menambahkan ada beberapa hal yang bisa disinergikan dalam rangka mencapai program Probolinggo Bersolek.
"Intinya kami siap support, memang sementara ini kami memperpanjang perjalanan KA Supas ke Probolinggo, tapi dengan kondisi yang ada kemudian nanti kalau demand-nya sudah cukup untuk satu rangkaian, mungkin nanti akan kami create kereta baru, kereta untuk Probolinggo. Benar - benar rutenya dari Probolinggo - Surabaya. Harapan kami bisa kita lakukan bersama sinergi bersama agar masyarakat Probolinggo bisa menggunakan angkutan yang kita persiapkan ini," imbuhnya.
Pemkot Probolinggo sendiri menyambut baik kabar tersebut. Sebab, hal itu bakal ikut mendongkrak mobilitas dan mendongkrak sektor ekonomi dan wisata.
"Kami memang menunggu - nunggu kehadiran Bapak dan tim di Kota Probolinggo, karena sesuai dengan apa yang kita lakukan sudah audiensi dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan ini bersambut, terus ada follow up-nya," kata Wali Kota dr Aminuddin.
Dokter Amin –sapaan akrab wali kota- menjelaskan, dalam program pelaksanaan pembangunan Kota Probolinggo mengangkat 3 tema besar yakni.
Kota Probolinggo sebagai Penyangga Pelabuhan, Penyangga Daerah Transit dan Penyangga Pariwisata.
Dengan tema besar ini, disambut adanya Commuter Line akan semakin banyak orang datang ke Kota Probolinggo.
Pembahasan pengajuan perpanjangan rute, jelas Dokter Amin, dilakukan sejak enam bulan lalu.
Dimulai berkomunikasi dengan DAOPS 9 Jember kemudian berkoordinasi dengan kementerian.
Persiapan ini dibarengi revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo yang diharapkan menjadi daya tarik destinasi wisata bagi wisatawan.
"Intinya kami sudah sangat siap menerima Kereta Commuter di Kota Probolinggo. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Jajaran Direksi PT KCI yang berkenan hadir di Kota Probolinggo," imbuh wali kota di Command Center, Kamis (22/1). (KominfoKotaProbolinggo/mie)
Editor : Muhammad Fahmi