PROBOLINGGO, Radar Bromo -Banjir yang menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (17/1), membuat lima jembatan putus. Lalu, tiga jembatan lainnya rusak.
Jembatan yang putus itu ada di beberapa kecamatan. Antara lain, jembatan gantung di Dusun Beji, Desa Banjarsari dan jembatan penghubung antara Desa Jangur dan Desa Sumberbendo di Kecamatan Sumberasih.
Lalu jembatan Desa Kalianan di Gading; jembatan Dusun Mandek Kulon, Desa Sumberkramat di Tongas; dan jembatan penghubung Desa Brani Wetan dan Desa Sumbersecang di Maron.
Lalu, tiga jembatan yang rusak tersebar di tiga kecamatan. Yaitu, jembatan Desa Betektaman di Kecamatan Gading; jembatan penghubung antara Desa Ambulu dan Desa Sumberbendo di Kecamatan Sumberasih; dan jembatan penghubung Desa Satreyan di Maron dan Sumbersecang di Gading.
Tak hanya jembatan. Sebanyak delapan titik plengsengan di Kabupaten Probolinggo juga rusak akibat tergerus banjir.
Juga ada fasilitas pendidikan yang rusak terdampak cuaca ekstrem atau angin kencang di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto.
“Untuk proses penanganannya, kami sudah berkoordinasi dengan OPD terkait. Hari ini, Senin (19/1), kami akan melakukan rapat bersama,” terang Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Operator Desa Banjarsari Abdul Ghofur menyampaikan, jembatan gantung di Dusun Beji putus akibat terjangan air hujan yang terjadi Sabtu (17/1) tengah malam.
Air hujan menggerus fondasi sisi timur bagian bawah. Sehingga fondasi ambles dan tak dapat menopang beban jembatan lagi.
“Akhirnya jembatan putus bagian tengahnya dan sekarang tidak bisa dilewati warga,” katanya.
Jembatan yang dibangun pada 2018 ini memiliki panjang 20 meter dengan lebar 4 meter. Jembatan ini merupakan akses masyarakat menuju sarana pendidikan.
“Jadi masyarakat yang wilayah timur hendak ke barat atau sebaliknya, biasanya memang melewati jembatan ini,” katanya.
Meskipun bukan jembatan satu-satunya, Ghofur mengatakan bahwa jembatan ini merupakan jembatan terbesar dan tertinggi. Sementara di bagian utara, ada jembatan yang hanya terbuat dari bambu.
“Terjangan banjir kemarin memang besar. Jembatan ini saja sampai putus, apalagi hanya jembatan bambu. Ya sudah terbawa aliran air,” terangnya.
Saat ini, warga yang hendak ke sarana pendidikan harus memutar lebih jauh. Yaitu melewati Jalan Raya Tongas.
“Tapi kan ini jalan besar, jalan pantura. Banyak kendaraan besar, jadi cukup mengkhawatirkan bila anak-anak sekolah atau ibu-ibu yang hendak menjemput dan mengantar anaknya lewat sana,” ungkap Ghofur. (gus/hn)
Jembatan Putus
- Jembatan gantung di Dusun Beji, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih
- Jembatan penghubung antara Desa Jangur dan Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih
- Jembatan Desa Kalianan, Kecamatan Gading
- Jembatan Dusun Mandek Kulon, Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas
- Jembatan penghubung Desa Brani Wetan dan Desa Sumbersecang di Maron
Jembatan Rusak
- Jembatan Desa Betektaman di Kecamatan Gading
- Jembatan penghubung Desa Ambulu dan Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih.
- Jembatan penghubung Desa Satreyan di Maron dan Sumbersecang di Gading
Editor : Muhammad Fahmi