Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Terpeleset saat Main ke Sungai usai Banjir, Bocah asal Bayeman Tongas Probolinggo Meninggal  

Inneke Agustin • Senin, 19 Januari 2026 | 20:02 WIB

 

TKP: Lokasi hilang dan ditemukannya jenazah , warga Desa Banyeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Senin (19/1).
TKP: Lokasi hilang dan ditemukannya jenazah , warga Desa Banyeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Senin (19/1).

SUMBERASIH, Radar Bromo– Debit air sungai yang tinggi di Dusun Beji, Desa Banjarsari, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo saat banjir melanda, membawa korban.

Achmad Wildan Fathoni, 13, diduga terpeleset dan jatuh ke sungai saat bermain di sana. Dia pun meninggal.

Korban ditemukan meninggal dunia Minggu (18/1) sore. Jenazah warga Dusun Jaringan, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, itu ditemukan tersangkut barongan.

Muhammad Wafir, 27, warga Dusun Beji menyampaikan, sebelum ditemukan meninggal, korban tampak mendekati sungai.

Ia melintasi halaman rumah warga sekitar pukul 13.00. Kemudian turun dari sisi utara jembatan gantung Dusun Beji di Desa Banjarsari,

Padahal, saat itu kondisi air sungai masih tinggi setelah sehari sebelumnya banjir. Bahkan, kondisi jembatan gantung sudah putus di bagian tengahnya.

“Saat itu posisi air sungai masih tinggi, kan baru selesai banjir. Jadi Pak Sum, salah satu warga sini melarang Toni (panggilannya) mendekati sungai,” terangnya.

Namun saat itu, korban tidak menggubris. Dia malah mengambil batu bata dan hendak melemparnya ke Pak Sum. Kemudian korban terus berjalan dan turun ke sungai.

“Pak Sum akhirnya memanggil warga lainnya untuk membantu menghalangi Toni turun. Namun ketika kembali ke tepi sungai, Toni sudah hilang,” ungkap Wafir.

Semula warga beranggapan korban mungkin pulang. Namun setelah dikonfirmasi ke rumahnya, ternyata korban belum pulang.

“Akhirnya ayahnya datang ke sini untuk mencari Toni. Saya dan ayahnya Toni turun ke sungai,” kata Wafir.

Saat itu ketinggian air sungai lebih dari dua meter. Bahkan, Wafir harus berenang sejauh kurang lebih 20 meter ke arah utara dari titik korban turun.

“Kaki saya nggak nyampek ke dasar sungai saat itu. Sebab, airnya memang masih tinggi. Jadi harus berenang,” tuturnya.

Pencarian terhadap korban dilakukan mulai pukul 13.30 hingga 15.30. Namun belum mendapatkan hasil.

Wafir dan ayah korban sempat memutuskan untuk menelepon BPBD atau tim SAR. Mereka hendak meminta bantuan agar ikut mencari korban di sungai. Sebab, warga curiga korban jatuh ke sungai.

Namun rencana itu dibatalkan. Sebab, tiba-tiba sandal korban muncul ke permukaan sungai.

“Tiba-tiba sandal Toni muncul di permukaan air. Langsung kami dekati. Benar saja, ada tubuh Toni tersangkut ke rumpun bambu di sana. Padahal sebelumnya sudah kami cari ke bagian itu dan tidak ada,” ungkapnya.

Nahas, Toni ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jenazahnya langsung dibawa pulang ke rumah duka.

“Semalam (Minggu malam) sekitar pukul 19.00, sudah dimakamkan,” terang Kepala Dusun Jaringan Deni Zainal Muttakin.

Menurutnya, korban Toni memang warga Tongan. Namun dia sering main ke Banjarsari, Sumberasih.

“Jadinya warga sana sudah kenal semua sama Toni. Karena itu, Toni sempat dilarang main ke sungai,” katanya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tenggelam #banjir #Tongas #bocah #meninggal #Sumberasih #probolinggo