SUMBERASIH, Radar Bromo- Perlahan genangan banjir di Probolinggo sudah surut. Namun dampak dari bencana banjir masih dirasakan warga Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Senin (19/1) pagi sejumlah warga tampak sibuk membersihkan sisa material banjir di sekitar tempat tinggalnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, warga mulai membersihkan sisa lumpur yang masih tebal di halaman rumah.
Ada juga yang sibuk menjemur perabotan rumah seperti kasur dan kursi yang sempat terendam banjir dua hari lalu.
Salah satu warga setempat, Sri Wahyuni, 33, mengaku, banjir pada Sabtu (17/1) datang secara tiba-tiba dan cepat.
Sehingga ia dan keluarganya tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga di rumahnya.
“Banjirnya setinggi satu meter. Jadi alat-alat dapur saya habis, hanyut semua. Sekarang tidak bisa masak dan hanya mengandalkan bantuan. Saya harap ada bantuan makanan dan air bersih untuk minum,” ungkapnya.
Serupa juga dialami Suni, 53. Setelah banjir menerpa, dia mengaku tak bisa beraktifitas normal seperti biasa.
Hingga kemarin (19/1) rumahnya masih morat-marit karena sejumlah perabotan rumah tangga rusak paska terendam banjir.
“Kompor dan kasur rusak. Jadi kalau makan masih harus tunggu kiriman bantuan. Tidurpun juga hanya bisa di lantai. Dingin kalau malam. Kami tidak minta bantuan yang besar-besar. Hanya kasur dan makanan saja,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, Rachmad Hidayanto menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan camat dan pemerintah desa setempat.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat untuk dapat melalukan dapur mandiri dengan memberikan bantuan makanan pada korban terdampak,” ungkapnya.
Rachmad menyampaikan, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk membahas dampak banjir tersebut.
Salah satu tujuannya adalah untuk matangkan data penduduk terdampak dan kebutuhan mereka apa saja pascabencana.
“Hal-hal yang bisa kami support maka akan kami berikan. Sementara lainnya, nanti kami juga akan bersurat ke pemerintah atau dinas terkait di Provinsi Jawa Timur untuk meminta supprot bantuan,” pungkasnya. (gus/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni