Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Menteri Dikdasmen Hadiri Resepsi Milad Muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo, Ini Pesannya

Jamaludin Uno • Minggu, 18 Januari 2026 | 01:54 WIB

 

 

PERESMIAN : Menteri Dikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu
PERESMIAN : Menteri Dikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Probolinggo menggelar Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah secara meriah, Sabtu (17/1). Resepsi Milad kali ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

==========================

RESEPSI Milad itu dilangsungkan di SD Muhammadiyah 1 (Mutu) Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Abdul Mu’ti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menandatangani sejumlah prasasti peresmian gedung sekolah dan masjid.

Meliputiperesmian  gedung lantai 2 KB-TK ABA Paiton, Masjid Mujahidin, serta peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Aula Prof. Dr. Abdul Mu’ti di SD Mutu Paiton.

Kemudian penandatanganan prasasti peresmian KB-TK ABA Ceria Leces, Gedung SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan, Masjid Al Khobar Banyuanyar, serta Masjid Raisul Anwar Kotaanyar.

Prof. Dr. Abdul Mu’ti dalam amanatnya menyampaikan Muhammadiyah hadir bukan sekadar organisasi, melainkan sebagai gerakan yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat.

PELETAKAN BATU PERTAMA : Prof. Dr. Abdul Mu
PELETAKAN BATU PERTAMA : Prof. Dr. Abdul Mu

“Bahkan, Muhammadiyah telah berdiri sebelum Indonesia merdeka dan bersama organisasi lain, melalui para tokohnya, turut berperan dalam mendirikan bangsa Indonesia,” katanya.

Menurutnya, ketika Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912, organisasi ini kemudian membentuk empat bagian atau majelis yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia dan pencerdasan bangsa.

Yakni, bagian pengajaran, bagian tabligh, bagian pustaka dan bagian penolong kesengsaraan umum (PKU).

KOMPAK: Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo selain dihadiri Menteri Dikdasmen, juga hadir Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Wabup Fahmi AHZ, Forkopimda, Pengurus Wilayah (
KOMPAK: Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo selain dihadiri Menteri Dikdasmen, juga hadir Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Wabup Fahmi AHZ, Forkopimda, Pengurus Wilayah (

“Itulah mengapa sejak awal berdiri, Muhammadiyah memilih fokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Ia mengungkapkan, secara nasional sekolah Muhammadiyah mencapai sekitar 10 persen dari total sekolah swasta di Indonesia. Selain itu, terdapat lebih dari 20 ribu Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA).

Sementara itu, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) saat ini berjumlah 164 dengan total mahasiswa lebih dari 800 ribu orang.

“Jumlah peserta didik di sekolah-sekolah Muhammadiyah mencapai sekitar 1,1 juta siswa, dengan jumlah rumah sakit Muhammadiyah sebanyak 128 unit. Seluruh amal usaha ini dijalankan bukan sekadar untuk mencari profit, melainkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ungkapnya.

SAMBUTAN: Ketua PDM Kabupaten Probolinggo Sigit Prasetyo, ST., M.Pd mengalungkan selendang selamat datang kepada Menteri Dikdasmen. Prof. Dr. Abdul Mu
SAMBUTAN: Ketua PDM Kabupaten Probolinggo Sigit Prasetyo, ST., M.Pd mengalungkan selendang selamat datang kepada Menteri Dikdasmen. Prof. Dr. Abdul Mu

Sementara itu, Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Dikdasmen RI di Kabupaten Probolinggo.

Ia menilai kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat bagi dunia pendidikan di daerah.

“Kehadiran Bapak Menteri merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami dan menjadi energi positif dalam penguatan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Bupati Haris juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan di Kabupaten Probolinggo, mulai dari persoalan kemiskinan, rendahnya rata-rata lama sekolah, stunting, hingga angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB).

“Kolaborasi antara Pemkab Probolinggo, Muhammadiyah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut.

Ketua PDM Kabupaten Probolinggo, Sigit Prasetyo, ST., M.Pd mengungkapkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan di Kabupaten Probolinggo saat ini berjumlah sekitar 16 lembaga, mulai dari jenjang KB-TK hingga SMA.

“Sekitar 80 persen peserta didik berasal dari warga Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, kurikulum di lembaga Muhammadiyah tetap mengedepankan nilai kebersamaan dan toleransi,” tegasnya.

Ia menambahkan, PDM Kabupaten Probolinggo tidak hanya menjalankan AUM di bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga aktif hadir dalam kegiatan sosial kemanusiaan, seperti penanganan bencana, pemberian bantuan kepada keluarga kurang mampu, anak yatim, serta janda yang membutuhkan santunan.

“Harapan kami, jangan anggap kami sebagai tamu, tetapi jadikan kami saudara untuk bersama-sama membangun Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Resepi Milad Muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo berlanjut pada Minggu (18/1) dengan sejumlah agenda.

Diantaranya. Lomba yang diikuti siswa dan guru muhammadiyah di Kabupaten Probolinggo, bazaar yang diikuti 17 UMKM binaan PDM Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo hingga donor darah. (uno/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#milad #probolinggo bebas sampah #muhammadiyah #Resepsi #Menteri dikdasmen #abdul mu'ti