Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sebelum Atap Ambruk, Siswa di 3 Kelas SDN Sumberkare 1 Probolinggo Sudah Lama Dipindah

Inneke Agustin • Minggu, 18 Januari 2026 | 07:00 WIB
AMBRUK: Plt Kepala SD Negeri Sumberkare 1, Endra Ariyanto di depan ruang kelas 2 yang atapnya ambruk, Sabtu (17/1)
AMBRUK: Plt Kepala SD Negeri Sumberkare 1, Endra Ariyanto di depan ruang kelas 2 yang atapnya ambruk, Sabtu (17/1)

WONOMERTO, Radar Bromo - Tiga ruang kelas di SD Negeri (SDN) Sumberkare 1, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, memang tak lagi dipakai.

Menyusul ambruknya salah satu ruang kelas di tempat itu. Namun, kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan normal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri Sumberkare 1, Endra Ariyanto mengatakan, semua siswa yang belajar di tiga ruang kelas itu sudah lama dipindah. Yaitu sejak akhir September 2025. Mereka adalah siswa kelas 1, 2, dan 3.

Hal itu dilakukan setelah pihak sekolah menemukan adanya retakan atap dan dinding cukup besar di ruang kelas 2. Ruang kelas ini berdampingan dengan ruang kelas 1 dan 3.

“Waktu itu kami langsung memanggil tukang untuk mengecek. Hasilnya, disarankan agar siwa segera dipindahkan ke ruangan lain karena kondisi atap mulai melengkung,” ujar Endra.

Sebanyak 54 siswa di tiga kelas itu, kemudian dipindahkan ke sejumlah ruangan yang tersedia di sekolah.

Rinciannya, 25 siswa kelas 1 belajar di ruang kepala sekolah, 17 siswa kelas 2 menempati ruang perpustakaan, dan 12 siswa kelas 3 dialihkan ke ruang kelas 5.

“Di perpustakaan, rak-rak buku kami geser semua. Sementara di ruang kelas 5 kami beri sekat. Bukan hanya siswanya yang dipindahkan, tetapi juga meja dan kursi dari ruang kelas sebelumnya,” jelasnya.

Relokasi tersebut membutuhkan proses adaptasi bagi siswa. Jika sebelumnya mereka belajar di ruang kelas berukuran sekitar 7 kali 8 meter, kini mereka harus belajar di ruangan yang lebih terbatas.

“Awalnya memang terasa canggung, tapi Alhamdulillah sekarang anak-anak sudah bisa beradaptasi. Ruangannya sekitar 3 kali 5 meter. Sehingga guru harus pandai menata kelas agar tetap nyaman untuk belajar,” tuturnya.

Langkah antisipasi itu terbukti tepat. Pada Kamis (15/1) sore, atap ruang kelas 2 tiba-tiba runtuh.

Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sebab, ruang kelas sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Pascakejadian, pihak sekolah memasang garis pembatas di tiga ruang kelas. Yaitu, kelas 1, 2, dan 3 untuk mencegah warga sekolah mendekat ke area berbahaya.

“Kami khawatir runtuhan bisa merembet ke bagian bangunan lain di sekitarnya,” ungkap Endra.

Endra berharap perbaikan ruang kelas yang rusak dapat segera direalisasikan. Sebab, pondasi dan lantai bangunan masih kokoh. Meskipun tanah di sekitar lokasi diduga merupakan tanah gerak.

“Kemungkinan yang perlu diperkuat adalah atap, karena kayu-kayu penyangganya sudah lapuk sehingga akhirnya ambruk. Selama ini kami juga rutin melakukan asesmen dengan tukang untuk memantau kondisi bangunan sekolah,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, ruang kelas 2 di SD Negeri Sumberkare 1 ambruk, Kamis (15/1) sore. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat serta kondisi bangunan yang sudah menua.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono menyampaikan, perbaikan gedung sekolah tersebut telah diusulkan melalui program revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Semoga dalam waktu dekat bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#rusak #atap ambruk #sekolah #wonomerto #probolinggo #belajar mengajar