KRUCIL, Radar Bromo - BPBD Kabupaten Probolinggo masih menunggu hasil penelitian kondisi tanah di Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil. Menyusul bencana longsor yang terjadi di wilayah tersebut.
Hasil kajian ini akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan dan mitigasi lanjutan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan, saat ini penelitian tanah gerak tengah dilakukan tim gabungan.
Melibatkan BPBD Jawa Timur, Dinas ESDM Jawa Timur, serta tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Penelitian lapangan dilaksanakan selama dua hari yakni Selasa–Rabu (7–8/1).
“Hingga saat ini, kami masih menunggu hasil penelitian tersebut. Rencananya, Senin (19/1) akan kami follow up untuk mengetahui hasilnya,” ujar Oemar.
Oemar menjelaskan, penelitian ini penting dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi dan tingkat pergerakan tanah.
Sehingga pemerintah daerah dapat menentukan langkah mitigasi yang tepat. Dalam penelitian tersebut, tim mengecek dan mengukur di 17 titik yang terindikasi mengalami pergerakan tanah di kawasan terdampak longsor.
“Nantinya hasil penelitian ini juga akan dikaji bersama stakeholder terkait. Dari kajian tersebut, akan ditentukan rekomendasi serta dasar penanganan lanjutan di lokasi terdampak,” jelasnya.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Lana menambahkan, masing-masing instansi memiliki peran dalam proses penelitian di lapangan.
Dinas ESDM Jawa Timur mengambil sampel tanah dan batuan, serta mengukur jarak retakan tanah. ¬
BPBD Jawa Timur mengukur kedalaman retakan tanah menggunakan alat khusus pendeteksi pergerakan tanah. Sedangkan tim ITS memetakan permukaan bumi menggunakan metode geodetik.
“Selain itu, kami dari BPBD Kabupaten Probolinggo juga mengecek langsung lokasi terdampak,” kata Lana.
Diketahui sebelumnya, Desa Sumberduren sempat dilanda longsor pada 11 Desember 2025. Longsor terjadi di tiga dusun, yakni Dusun Sumberkapong, Manggisan, dan Taman.
Akibatnya, dua rumah warga rusak parah. Selain itu, 12 KK lainnya diungsikan ke lokasi yang lebih aman karena berada di area rawan longsor.
Sementara 14 rumah lainnya dinilai berada dalam radius berbahaya, mengingat kondisi tanah di sekitarnya dinilai labil.
BPBD Kabupaten Probolinggo terus memantau lokasi longsor, sambil menunggu hasil kajian resmi. Guna memastikan keselamatan warga dan menentukan langkah penanganan yang paling tepat. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi