Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pergi tanpa Pamit usai Dimarahi Ibunya, Bocah 5 Tahun di Kanigaran Probolinggo Sempat Hilang

Inneke Agustin • Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:37 WIB

 

DIAMANKAN: Pihak kepolisian Polsek Subsektor Kanigaran saat membantu mempertemukan Rif, 5, seorang anak dengan ibunya, Kamis (15/1)
DIAMANKAN: Pihak kepolisian Polsek Subsektor Kanigaran saat membantu mempertemukan Rif, 5, seorang anak dengan ibunya, Kamis (15/1)

KANIGARAN, Radar Bromo –Diduga ngambek setelah dimarahi ibunya, Rif, 5, pergi tanpa pamit dari rumah budenya di Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Dia sempat hilang sampai akhirnya ditemukan warga, Kamis (15/1) siang. Sekitar 3 kilometer dari rumah budenya.  

Saat ditemukan, Rif berjalan sendirian di simpang empat Jalan Supriyadi – Jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kanigaran.

Karena merasa curiga ada bocah  berjalan sendirian, warga yang menemukan Rif langsung membawanya ke Polsek Subsektor Kanigaran.

Kapolsek Subsektor Kanigaran, Iptu Kumoro Seto mengatakan, pada Kamis pagi sebenarnya Rif masih masuk sekolah di sebuah TK.

Namun, saat waktunya pulang dia tidak kunjung dijemput oleh ibunya, Ev, 27.

“Akhirnya oleh guru TK-nya dia diantar pulang ke Rusunawa, tempat dia tinggal bersama ibunya,” tuturnya.

Sesampainya di rusunawa, Rif malah dimarahi oleh ibunya. Namun, belum jelas apa penyebab ibunya marah.

Setelah itu, sang ibu berangkat mengurus SKCK keluar kota. Rif kemudian dititipkan ke rumah budenya di dekat SMA Negeri 2 Probolinggo.

Diduga ngambek karena dimarahi ibunya, Rif keluar dari rumah budenya tanpa pamit. Ia berjalan kaki sendirian hingga ke simpang empat Jalan Supriadi - Jalan Citarum.

Warga yang curiga ada seorang anak kecil berjalan sendirian tanpa orang tua, akhirnya membawanya ke Mapolsek Subsektor Kanigaran.

“Saat dikantor, kami tanyai anak tersebut untuk menggali informasi tentang orangtuanya. Untungnya dia bisa menjelaskan dengan baik siapa ayah dan ibunya serta sekolah di mana,” ungkap Kumoro.

Alhasil, petugas kepolisian pun mendatangi TK tempat Rif sekolah. Sang guru pun langsung memberikan alamat rumah Rif dan rumah budenya.

 “Petugas langsung ke rumah budenya. Ternyata budenya mencari anak ini. Dari budenya kami mendapat nomor kontak ibunya dan kami minta ibunya segera menjemput anak ini di mapolsek,” terang Kumoro.

Baru sore harinya, Rif dijemput oleh sang ibu. “Di sana kami memberikan nasehat kepada sang ibu agar tidak teledor menjaga anak,” terangnya.

Petugas sendiri menurut Kumoro sempat menggali informasi tentang penyebab Rif keluar rumah sendirian.

Menurut gurunya, Rif sempat dimarahi ibunya saat pulang sekolah. Sehingga, diduga ngambek.

“Lalu anak ini saat kami tanya ngakunya hendak kembali ke sekolah untuk ambil tas. Sebab, tasnya ketinggalan di sekolah,” terang Kumoro.

Petugas menurutnya masih terus mendalami alasan sebenarnya. “Apakah karena ngambek atau karena mau ngambil tas ke sekolah. Belum jelas, masih kami dalami. Perihal sanksi hukum pada ibunya, tidak ada. Hanya sudah kami nasehati,” pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Kanigaran #hilang #bocah #pamit #probolinggo