Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Asyik... Kementerian Perhubungan Sedang Siapkan Subsidi Tarif Kereta Komuter Surabaya-Probolinggo, Ada Dua Kali Keberangkatan

Arif Mashudi • Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:30 WIB
LEBIH HEMAT: Kereta api yang melintas di Probolinggo. Dalam waktu dekat bakal ada kereta api komuter yang melayani rute Probolinggo-Surabaya.
LEBIH HEMAT: Kereta api yang melintas di Probolinggo. Dalam waktu dekat bakal ada kereta api komuter yang melayani rute Probolinggo-Surabaya.

MAYANGAN, Radar Bromo - Kemenhub tengah menyiapkan subsidi tarif kereta api (KA) komuter Line rute Surabaya–Probolinggo. Itu seiring rencana perpanjangan layanan Commuter Line Surabaya–Pasuruan (Supas) hingga Stasiun Probolinggo.

Sehingga, nantinya perpanjangan relasi Supas dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo menjadi berjarak 38,6 KM

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar mengatakan, Kemenhub terus mengawal proses persiapan operasional agar layanan dapat beroperasi sesuai target.

Dalam mendukung keterjangkauan tarif, DJKA akan mengucurkan subsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO).

Subsidi ini bertujuan agar masyarakat tetap dapat menikmati layanan kereta api dengan tarif yang terjangkau. Sekaligus meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik.

Selain itu, DJKA bersama KAI Commuter juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo.

Terutama untuk mewujudkan integrasi transportasi lokal sebagai moda lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar proses persiapan operasional layanan KA ini berjalan lancar. Sehingga dapat segera dinikmati masyarakat yang bepergian dari Surabaya ke Probolinggo maupun sebaliknya,” harapnya.

Arif menerangkan, perpanjangan relasi Supas dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo berjarak 38,6 KM.

Permohonan perpanjangan rute ini didasari beberapa potensi seperti yang disampaikan oleh wali kota, seperti tingginya okupansi penumpang ke Stasiun Probolinggo yang bekerja dan sekadar rekreasi.

Pihaknya melihat, ada beberapa potensi di sekitar Stasiun Probolinggo yang dilayani beberapa kereta kela ekonomi, bisnis hingga eksekutif ini.

Yaitu, Pendalungan; Blambangan Ekspres; Logawa; Ranggajati; Wijaya Kusuma; Sri Tanjung; Probowangi; Mutiara Timur dan Tawangalun.

Demand cukup bagus. Di Probolinggo volume turun naik dari kereta-kereta yang melayani, jumlahnya cukup besar. Januari hingga November 2025 ada 15.722 penumpang turun naik di Probolinggo,” kata Arif.

Kemenhub lalu memutuskan commuter line akan dilaksanakan 2 kali dengan pola operasional keberangkatan dari Surabaya lebih awal, pukul 01.50 dan tiba di Stasiun Probolinggo pukul 03.45.

Kemudian berangkat dari Stasiun Probolinggo pukul 04.10, tiba di Surabaya pukul 06.42. Keberangkatan malam dari Surabaya pukul 21.22, tiba di Stasiun Probolinggo pukul 23.36.

”Probolinggo bukan hanya tempat masyarakat berangkat bekerja saja, tapi tujuan lain ada tempat wisata di sekitar Kota Probolinggo,” ungkapnya. (mas/fun)

Editor : Abdul Wahid
#kereta komuter #komuter line #subsidi #kemenhub #kereta api