LECES, Radar Bromo–Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (16/1) sore.
Insiden tersebut tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa akses jalan serta rumah warga.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief menjelaskan, hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.21.
Intensitas angin semakin menguat hingga akhirnya sekitar pukul 15.30 terjadi puting beliung di Desa Sumberkedawung.
“Akibat puting beliung tersebut, empat pohon mangga tumbang. Ada yang menutup akses jalan dan ada pula yang menimpa rumah warga di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Oemar.
Mengetahui kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Petugas melakukan pemotongan pohon serta pembersihan material kayu yang menghalangi jalan dan menimpa bangunan warga.
Dari empat pohon yang tumbang, dampaknya dirasakan oleh empat rumah warga.
Kerusakan terjadi di beberapa bagian rumah, mulai dari kandang, teras, ruang tamu, hingga dapur. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Selain di Kecamatan Leces, Oemar menyebut angin puting beliung juga terjadi hampir bersamaan di tiga wilayah lain di Kabupaten Probolinggo.
Yakni Desa Banyuanyar, Desa Besuk, dan Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending. Di lokasi-lokasi tersebut, kejadian serupa juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang.
“Untuk penanganan di tiga wilayah lainnya, sebagian besar sudah teratasi berkat kerja sama lintas sektor, mulai dari Damkar, Dishub, Kabupaten Probolinggo, pemerintah desa, hingga partisipasi masyarakat setempat,” jelasnya.
Meski begitu, penanganan di Desa Banyuanyar masih membutuhkan proses lanjutan karena adanya kebutuhan teknis khusus.
BPBD saat ini masih berkoordinasi dengan petugas PLN untuk memastikan keamanan jaringan listrik di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah, sebagian besar sudah tertangani. Tinggal di Banyuanyar karena membutuhkan penanganan teknis, sehingga kami berkoordinasi dengan PLN,” jelas Oemar. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi