Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kota Probolinggo Catat 326 Kasus Demam Bersdarah, Wilayah Ini Paling Rawan

Arif Mashudi • Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17 WIB
ILUSTRASI DBD
ILUSTRASI DBD

KANIGARAN, Radar Bromo- Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Probolinggo, patut diwaspadai. Meski sepanjang 2025 jumlah kasusnya menurun dibanding 2024. Sepanjang 2024 ada 490 kasus dengan 6 korban meninggal dunia, sedangkan pada 2025 ada 326 kasus dan 4 pasien meninggal dunia.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kota Probolinggo, meminta masyarakat tetap waspada dan mencegah terserangnya DBD. Terlebih kini masih musim hujan.

Kabid P2P Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes-P2KB Kota Probolinggo Asri Wahyuningsih mengatakan, kasus DBD di Kota Proboliggo, tetap harus diwaspadai. Sebab, saat ini masih musim hujan. Selain itu, selama 2025 kasusnya masih tinggi hingga 326 kasus.

Jika dibanding tahun sebelumnya, angka kasus tahun kemarin masih lebih rendah. Namun, ada empat penderita yang tidak dapat diselamatkan. Pihaknya masih menelusuri penyebab pasti pasien tidak dapat terselamatkan. Namun diduga karena terlambat dibawa ke pelayanan kesehatan.

“Wilayah tengah Kota Probolinggo yang paling tinggi kasus DBD. Catatan temuan kasus DBD tertinggi di wilayah Puskesmas Kanigaran dengan jumlah 103 kasus. Bahkan, ada dua penderita DB di Kecamatan Kanigaran, meninggal,” katanya, Kamis (15/1).

Tingginya kasus DBD, kata Asri, banyak faktor. Terutama soal kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan tidak membiarkan adanya genangan air. Biasanya, kasus DBD meningkat pada Maret, April, dan Mei. Pascamusim hujan, diperkirakan banyak berkembang nyamuk.

“Sekarang musim hujan, masyarakat diharapakn dapat mencegah adanya genangan air yang menjadi sarang dan tumbuh kembangnya nyamuk,” terangya.

Selama 2025, kata Asri, sudah dilakukan fogging di tempat-tempat berbeda. Terutama di lingkungan yang ditemukan beberapa kasus DBD. Agar nyamuk-nyamuk dewasa di lingkungan tersebut mati.

Selain fogging, terpenting adalah peran masyarakat untuk bersama mencegah berkembang biaknya nyamuk. Yakni, dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Dengan mencegah adanya jentik-jentik nyamuk berkembang karena adanya genangan air.

“Masyarakat kami minta menciptakan lingkungan yang sehat, baik dari rumah sendiri maupun lingkungan sekitar rumah. Jika ada tanda-tanda DBD, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Penting juga menjaga kondisi badan, apalagi dalam kondisi cuaca saat ini,” pesannya. (mas/rud)

KASUS DBD SEPANJANG 2025
Mayangan : 84 Kasus
Kanigaran : 103 Kasus
Ketapang : 60 Kasus
Kedopok : 57 Kasus
Wonoasih : 22 Kasus
Total : 326 Kasus (4 orang meninggal)

Editor : Fahreza Nuraga
#dbd #kasus #meninggal #probolinggo #demam berdarah