DRINGU, Radar Bromo - Hujan dengan intensitas ringan hingga deras terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Hingga Rabu (14/1) Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo belum mendapatkan laporan kerusakan lahan pertanian terdampak banjir.
Seperti diketahui banjir yang terjadi Minggu (11/1) lalu mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo cukup lama.
Ini mengakibatkan debit air mengalami peningkatan. Baik air yang mengalir di sungai, selokan, bahkan saluran irigasi.
Dengan kenaikan rata-rata 30 hingga 50 sentimeter. Sehingga meluber lalu menggenangi wilayah permukiman dan lahan pertanian warga.
“Saat hujan memang ada peningkatan debit air. Tidak hanya permukiman tetapi lahan pertanian juga ikut tergenang,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah.
Dari asesmen, air meluber ke permukiman warga dan lahan pertanian di 4 desa pada 3 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Maron, banjir terjadi di Dusun Krajan, Desa Satreyan.
Debit air naik dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Banjir juga terjadi di Maron Kulon. Debit air naik dengan ketinggian sekitar 45 sentimeter.
Kemudian banjir juga terjadi di Dusun Krajan, Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending. Serta banjir di Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih. Debit air naik setinggi 30 sentimeter.
“Hasil pantauan dan asesmen air memang meluber. Tetapi berangsur surut seiring dengan berhentinya hujan,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan kerusakan tanaman di wilayah terdampak banjir tersebut.
Pasalnya pada wilayah tersebut biasanya hanya dilewati air. Tapi tidak sampai merusak atau bahan mematikan tanaman pada lahan pertanian.
Walaupun demikian dinas pertanian tetap menurunkan petugas untuk melakukan pemantauan.
Seraya memastikan tidak ada lahan pertanian yang terdampak genangan banjir yang dapat mengakibatkan petani gagal panen.
“Tidak ada laporan kerusakan lahan pertanian. Di wilayah tersebut, air mungkin menggenangi permukiman tapi tidak sampai merusak tanaman,” tandasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid