Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Beraksi Sore, Maling Gondol Sapi Simental di Kedopok-Probolinggo, Korban Enggan Lapor Polisi, Alasannya Bikin Nyesek

Inneke Agustin • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:47 WIB
KORBAN: Ahmad Fauzi, warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, menunjukkan lokasi terakhir sapinya diikat Rabu (14/1).
KORBAN: Ahmad Fauzi, warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, menunjukkan lokasi terakhir sapinya diikat Rabu (14/1).

KEDOPOK, Radar Bromo- Kawanan maling sapi semakin berani beraksi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Selasa (13/1) sore, kawanan pencuri menggondol seekor sapi simental milik warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Ahmad Fauzi, 45.

Ahmad mengatakan, sebelum kejadian, sapi itu diikat di luar kandang dan ditambatkan pada pepohonan di halaman belakang rumahnya. Cara ini biasa dilakukan setiap sore.

 “Memang biasanya sore, sapi saya keluarkan dan malam baru dimasukkan ke kandang. Selama ini tidak pernah terjadi apa-apa,” ujarnya.

Sekitar pukul 14.30, Ahmad meninggalkan rumah. Mencari rumput. Sekitar setengah jam kemudian pulang. Saat itulah sapinya telah raib.

“Saya kaget sapi sudah tidak ada. Saya cari dan tanya ke warga sekitar, tidak ada yang tahu. Juga tidak ada yang mendengar suara atau orang mencurigakan,” katanya.

Meski demikian, Ahmad menemukan sejumlah jejak kaki sapi yang mengarah ke area perkebunan jagung di sisi barat lokasi kejadian. Sejumlah tanaman jagung roboh, diduga terinjak sapi dan pelaku.

 “Jejaknya masih kelihatan sampai ke arah selatan. Tapi begitu sampai di jalan aspal, jejaknya hilang. Kemungkinan sapi dibawa menggunakan kendaraan,” jelasnya.

Namun, Ahmad tidak mengetahui kendaraan apa yang digunakan maupun jumlah pelakunya. Ia juga tidak mengetahui ke arah mana sapi itu dibawa. Ahmad juga sempat mencari sapinya ke pasar hewan. Kebetulan, pada hari kejadian ada pasaran sapi.

 “Saya cek semua sapi yang ada, tapi tidak ada. Mungkin masih di tangan pencurinya dan belum dijual,” ujarnya menduga-duga.

Sapi jantan ini telah dipelihara Ahmad selama delapan bulan. Rencananya akan dijual setelah berusia sekitar dua tahun dengan harapan harga jualnya lebih tinggi.

“Ini (memelihara sapi) memang pekerjaan saya. Kalau sudah besar, baru dijual,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini, Ahmad diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Namun ia memilih tidak melaporkan ke kepolisian.

“Ribet kalau harus laporan ke sana kemari. Pengalaman tetangga juga begitu, sudah laporan, tapi sapinya tidak ketemu sampai sekarang,” katanya, pesimistis.

Ahmad mengaku telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menganggapnya sebagai musibah. Namun ia mengaku masih merasa heran karena pencurian dilakukan pada sore hari. “Saya kaget, kok berani mencuri sore hari. Biasanya kan pencurian hewan itu malam,” ujarnya.

Sebelumnya, kawanan maling juga beraksi di Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Minggu, 28 Desember 2025, mereka menggondol seekor sapi limousin milik Agus Sukamto, 37. Kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian. Hampir sebulan berlalu, para pelaku juga belum terungkap. (gus/rud)

Baca Juga: Inanillahi, Warga Gadingrejo di Pasuruan yang Terbakar saat Tuangkan Pertalite ke Kendaraan Meninggal Dunia

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Gondol #sapi #kepolisian #maling #polisi