TONGAS, Radar Bromo- Warga Desa Pamatan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Buaya, 56, tak bisa berbuat banyak. Meski dinding dapurnya jebol terdampak bencana, ia tetap menggunakannya. Alasannya, tak ada tempat lain untuk aktivitas memasak.
“Meski demikian, hingga saat ini Buaya masih menggunakan dapur tersebut untuk kegiatan sehari-hari. Karena tidak ada lokasi lain yang dapat ia gunakan untuk difungsikan sebagai dapur sementara,” ujar salah seorang Petugas Lapangan BPBD Kabupaten Probolinggo Lana.
BPBD Kabupaten Probolinggo juga telah melakukan asesmen ke lokasi kejadian. Sekaligus menyalurkan bantuan kepada korban Selasa (13/1).
“Perkiraan kerugian yang diderita Buaya mencapai Rp 7 juta,” kata Lana.
Diketahui, dinding dapur rumah Buaya jebol setelah dilanda hujan dan angin Minggu (11/1). Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.00 hingga 15.00. Kondisi cuaca ekstrem itu diduga menjadi penyebab utama robohnya dinding dapur rumah korban.
“Dinding dapur yang bersifat semipermanen tidak mampu menahan tekanan hujan dan angin. Akibatnya, sekitar pukul 17.00, tembok dapur sisi barat rumah milik Buaya roboh,” ujar Zubaidullah yang akrab disapa Izub.
Beruntung, saat kejadian Buaya tidak berada di dapur. Ia berada di teras depan rumah, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Akibat robohnya dinding itu, dapur berukuran kurang lebih 3 kali 6 meter rusak parah. Meninggalkan lubang besar di bagian dinding. Sementara, bagian yang jebol ditutup menggunakan terpal. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga