Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Waspada Cuaca Ekstrem, KSOP Probolinggo Ingatkan Aktivitas Pelayaran

Inneke Agustin • Rabu, 14 Januari 2026 | 16:37 WIB
SANDAR: Sejumlah kapal nelayan sandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, Selasa (13/1).
SANDAR: Sejumlah kapal nelayan sandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, Selasa (13/1).

MAYANGAN, Radar Bromo- Dalam sepekan ke depan, diperkirakan berpotensi terjadi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Termasuk di Kota Probolinggo. Karena itu, masyarakat diminta waspada. Terutama yang bersinggungan dengan aktivitas pelayaran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan potensi cuaca ekstrem akan terjadi pada periode 11-20 Januari. Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan, saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kejadian cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

“Dalam kurun waktu 10 hari ke depan, diprakirakan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem. Dampaknya dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es,” ujarnya.

Menurutnya, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi aktifnya monsun Asia, adanya pola pertemuan angin atau konvergensi, serta gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, kondisi suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup hangat serta atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.

“Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Taufiq.

Berdasarkan analisis angin gradien pada ketinggian 3.000 feet pada 9 Januari pukul 12.00, angin di wilayah Jawa Timur, terpantau dominan bertiup dari arah barat dengan pola konvergensi. Kecepatan angin juga mengalami peningkatan hingga mencapai 28 knot.

Menindaklanjuti peringatan itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca buruk kepada para pengguna jasa pelabuhan dan nelayan. Sejak Minggu (11/1), kecepatan angin di perairan sekitar Probolinggo, berkisar antara 13-15 knot. Dengan tinggi gelombang mencapai 0,5 hingga 1 meter.

“Karena itu, Senin (12/1), kami mengeluarkan surat imbauan kewaspadaan cuaca buruk kepada kapal-kapal yang beraktivitas di pelabuhan,” ujar Humas KSOP Kelas IV Probolinggo Hendra Yulis Priyanto.

Dalam imbauannya, KSOP meminta seluruh pelaku pelayaran meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran. Khusus bagi kapal penyeberangan menuju Gili Ketapang, para nakhoda diminta memastikan kapal dalam kondisi laik laut, mewajibkan penumpang mengenakan life jacket, serta tidak berlayar saat cuaca buruk maupun malam hari. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#cuaca #Ekstrem #jawa timur #probolinggo #Waspada