DRINGU, Radar Bromo – Potensi bencana kebakaran di Kabupaten Probolinggo terus diwaspadai. Maklum, selama 2025, insiden kebakaran cukup tinggi. Tercatat ada 54 kejadian. Namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, insiden kebakaran menurun.
Potensi kebakaran cukup tinggi saat kemarau. Sebab, suhu udara dan cuaca lebih panas berdampak pada mengeringnya lingkungan sekitar. Membuat makin mudah terbakar. Saat musim hujan kebakaran juga dapat terjadi tapi potensinya lebih kecil.
Kebakaran dapat terjadi di semua tempat. Hal ini terjadi jika ada sumber api karena sengaja membakar sampah kemudian ditinggalkan. Juga karena ketidaksengajaan membuang puntung rokok yang masih menyala.
Api dapat dengan mudah membesar dan merembet pada lahan kering. Begitu juga korsleting listrik, jika tidak diketahui atau ditangani, maka kebakaran akan terjadi.
“Potensi kebakaran dapat terjadi kapan pun dan dimana pun, sehingga perlu ada kewaspadaan dan kehati-hatian,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Nonkebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian, Selasa (13/1).
Selama 2025, terdapat 54 kebakaran. Separonya merupakan kebakaran lahan. Sisanya kebakaran bangunan dan barang-barang lainnya. Pada 2024, terdapat 115 insiden kebakaran. Objeknya sama, lahan, bangunan, dan benda-benda yang mudah terbakar lainnya.
“Dibandingkan tahun sebelumnya, tahun 2025 insiden kebakaran mengalami penurunan,” bebernya.
Andrea mengatakan, kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga harus selalu siap dan waspada. Hal itu dapat dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari matikan listrik dan gas ketika tidak digunakan.
Tidak meninggalkan lilin atau puntung rokok. Menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar jauh dari sumber api. Serta memiliki alat pemadam kebakaran di rumah. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga