Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dam Induk Manting di Sumberkledung Tegalsiwalan Jebol, Ratusan Hektare Lahan Tak Teraliri Air

Achmad Arianto • Selasa, 13 Januari 2026 | 18:52 WIB

Kondisi Dam Manting yang jebol. (Achmad Arianto/ Radar Bromo)
Kondisi Dam Manting yang jebol. (Achmad Arianto/ Radar Bromo)
 

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Ratusan hektare lahan pertanian di sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo tak teraliri air. Air berhenti mengalir sejak Minggu (11/1) sore. Menyusul jebolnya Dam Induk (DI) Manting di Dusun Bataan, Desa Sumberkledung, Tegalsiwalan.

Jebolnya Dam Induk Manting cukup menjadi atensi. Sebab, terdapat ratusan hektare lahan pertanian yang menggantungkan suplai irigasi dari dam tersebut.

Kepala Desa Sumberkledung Jenandi Satriyo mengatakan, jangkauan irigasi Dam Manting cukup luas. Tidak hanya memenuhi kebutuhan irigasi areal pertanian di Desa Sumberkledung.

Aliran irigasi Dam Manting juga menjangkau beberapa desa. Di antaranya, Desa Blado Kulon dan Sumberkledung di Kecamatan Tegalsiwalan. Serta, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu.

 “Jangkauan aliran dam ini cukup luas, sampai ke beberapa desa. Karena dam jebol, otomatis sawah tidak teraliri air. Jika ini dibiarkan, maka masyarakat akan gagal panen. Khususnya wilayah Desa Sumberkledung yang terdampak paling parah,” katanya.

Menurutnya, saat ini komoditas pertanian yang ditanam warga mayoritas adalah padi, jagung, dan bawang merah. Semuanya membutuhkan irigasi, terutama pagi.

Karena itu, jebolnya Dam Manting perlu segera ditindaklanjuti. Sebab jika dibiarkan, maka areal pertanian akan krisis irigasi dan kekeringan. Sehingga berpotensi mengakibatkan gagal panen.

“Saat ini saja, jangkauan dam tidak lagi maksimal. Hanya sepuluh persen yang dijangkau dibandingkan kondisi normal. Ya hanya lahan pertanian yang ada di sekitar dam. Tidak lagi mengalir jauh seperti biasanya,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menegaskan, pihaknya telah mendapatkan laporan tetang jebolnya dam tersebut.

Dinas juga sudah menurunkan tim untuk mengecek, sekaligus memetakan potensi wilayah areal pertanian yang terdampak.

Hasilnya, diketahui ada ratusan hektare lahan pertanian yang berpotensi terdampak akibat jebolnya Dam Manting.

Yaitu, 123 hektare di Desa Sumberkledung dan 34 hektare di Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan.

Meski demikian, belum ada laporan kerusakan tanaman. Artinya, tidak ada tanaman yang dilaporkan mengering atau layu.

“Setelah berkoordinasi dengan kelompok tani dan juru pengairan, saat ini belum ada laporan kerusakan. Tetapi apabila tidak segera ditangani, wilayah yang telah terpetakan akan terdampak,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputro. Menurutnya, pihaknya juga mendapat laporan tentang Dam Manting yang jebol.

Petugas pun diturunkan untuk mengecek kondisi dam. Sekaligus menyusun rencana perbaikan agar dam bisa berfungsi secara normal.

Hasil survei yang telah dilakukan akan menjadi acuan penanganan lanjutan kerusakan dam. Dengan penanganan tersebut, diharapkan irigasi kembali terpenuhi dan tidak ada lahan pertanian yang terdampak.

“Petugas sedang melakukan survei di lokasi. Selanjutnya akan segera dilakukan penanganan,” tuturnya. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tegalsiwalan #dam #lahan #probolinggo #mantingan