KADEMANGAN, Radar Bromo- Tiga toko di Pasar Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, menjadi sasaran maling Minggu (11/1) dini hari. Sejauh ini kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan kerugiannya.
Salah seorang korban, Ita Purnamasari, 23, mengaku mengetahui tokonya dibobol maling saat hendak membuka usaha sekitar pukul 05.00. Ia mendapati pintu tokonya sudah terbuka. Dua gemboknya rusak. “Sepertinya dibobol orang tidak dikenal,” ujar warga Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ini.
Meski pintu dan pengaman dirusak, Ita memastikan tidak ada barang dagangan yang hilang. Katanya, kejadian pencurian di kawasan Pasar Ketapang bukan kali pertama. Pada 2023, tokonya pernah dibobol maling dan uang tunai Rp 2 juta raib. “Di sini sering terjadi pencurian. Sebenarnya sudah ada CCTV, tapi biasanya dirusak dulu oleh pelaku sebelum beraksi,” ungkapnya.
Kanit Reskrim Polsek Kademangan Bripka Dedik Susianto mengaku belum mendapatkan laporan resmi dari para korban. Kendati demikian, kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan pemantauan awal. “Belum ada laporan resmi, sehingga kami belum bisa memastikan barang apa saja yang hilang maupun nilai kerugiannya,” katanya.
Kepala UPT Pasar Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Edhi Sekar membenarkan adanya peristiwa pembobolan di Pasar Ketapang. Meski belum mengetahui secara rinci barang-barang yang dicuri, ia memastikan fasilitas pasar berupa radio LAN dan mixer turut hilang.
“Yang pasti, radio LAN dan mixer-nya hilang. Itu merupakan fasilitas pasar yang digunakan sebagai sarana penyampaian informasi kepada seluruh pedagang. Nilai kerugiannya sekitar Rp 10 juta,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga