Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Petugas Kewalahan Mengatur Parkir saat Pengunjung Alun-Alun Kota Probolinggo Membeludak

Arif Mashudi • Senin, 12 Januari 2026 | 11:15 WIB
TUMPEK BLEK: Masyarakat yang memenuhi Alun-alun Probolinggo di Minggu (11/1) pagi. Setelah dibuka Sabtu sejak ditutup selama revitalisasi, alun-alun masih jadi favor
TUMPEK BLEK: Masyarakat yang memenuhi Alun-alun Probolinggo di Minggu (11/1) pagi. Setelah dibuka Sabtu sejak ditutup selama revitalisasi, alun-alun masih jadi favor

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Alun-Alun Probolinggo resmi dibuka untuk umum sejak Sabtu (10/1) sore. Setelah direhab dengan anggaran Rp 8,7 miliar, ruang terbuka hijau (RTH) di pusat kota itu menjadi makin cantik.

Pengunjung pun membeludak. Ini terlihat di Minggu pertama (11/1). Ribuan pengunjung berdatangan. Penataan kawasan alun-alun harus kembali dikaji dan kesadaran masyarakat lebih ditingkatkan.

Tingginya kunjungan ke kawasan alun-alun, membuat petugas juru parkir hingga keamanan kewalahan menertibkan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kesadaran masyarakat untuk tertib masih rendah. Mulai dari parkir kendaraan sesuai lahannya hingga kepedulian terhadap kebersihan.

Terbukti, pengunjung yang datang dengan naik motor roda dua, seenaknya parkir di kawasan parkir kendaraan roda empat.

Saat dihalau oleh petugas jukir, banyak pengunjung yang tidak menghiraukan. Membeludaknya pengunjung membuat arus lalu lintas di Kawasan alun-alun macet.

Begitu juga kesadaran menjaga kebersihan masih rendah. Ini terlihat saat pengunjung yang datang dengan membawa makanan-minuman dibungkus plastik ataupun kemasan lain, sampah ditinggal di lokasi. Seharusnya, pengunjung membawa bungkus atau minimal membuang ke tempat sampah.

Namun ada pula pengunjung yang menyoal, tempat sampah di alun-alun masih minim. Ini terlihat dari titik-titik tempat sampah yang telah disediakan, penuh. Sehingga banyak sampah yang meluber.

”Tempat sampahnya kurang besar dan kurang banyak,” ujar Rizal, 37, salah satu pengujung alun-alun asal Kota Probolinggo.

Sementara itu, Plt kepala Dishub Kota Probolinggo, Pudi Adji Tjahjo Wahono melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Muhammad Dahroji mengatakan, tingginya tingkat pengunjung ke kawasan alun-alun pasca ditutup beberapa bulan saat proses revitalisasi, memang membuat petugasnya kewalahan. Seperti Minggu pagi kemarin. Pihaknya sudah menurunkan maksimal petugas jukir.

Namun, kesadaran masyarakat untuk tertib parkir masih rendah. Di sisi lain, parkir untuk roda dua juga penuh. Pihaknya sudah menggencarkan sosialisasi supaya masyarakat paham seharusnya parkir di mana.

”Jukir kami gak mempan. Gak di-reken sama masyarakat. Sampai kami turunkan petugas motoris pun gak digubris. Masyarakat memaksa parkir sedekat mungkin, kalua perlu tanpa jalan kaki sama sekali. Dihalau 1 motor,  datang 2 motor,” katanya.

Sementara itu, kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo, Slamet Swantoro saat dikonfirmasi mengatakan, membludaknya kunjungan masyarakat ke kawasan alun-alun Minggu kemarin (11/1), tidak dapat menjadi tolak ukur terkait penataan.

Sebab, masyarakat yang berkunjung ke alun-alun karena masih penasaran dengan perjawahan baru pasca ditutup beberapa bulan proses revitalisasi.

”Kebetulan Sabtu sore baru mulai dibuka kawasan alun-alun dan kondisi hujan. Jadi masyarakat yang penasaran, sempatkan datang melihat Kawasan alun-alun Minggu paginya,” terangnya. (mas/fun)

Editor : Abdul Wahid
#proyek #revitalisasi #alun-alun probolinggo