JAKARTA, Radar Bromo–Rute Kereta Api (KA) commuter line Surabaya-Pasuruan diperpanjang. Menjadi Surabaya-Probolinggo. KA commuter line Surabaya-Probolinggo itu pun ditarget terealisasi sebelum lebaran.
Hal itu diketahui saat Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin menggelar audiensi bersama Dirjen Perkeretaapian di kantor Kemenhub Jakarta, Kamis (8/1).
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono memberikan dukungan terkait usulan yang diajukan oleh Pemkot Probolinggo.
“Kami akan melihat kesiapan kereta commuter Indonesia dalam persiapan sarananya. Di sisi lain, kami memastikan commuter line yang sudah ada, standar pelayanan tetap terjaga. Apabila ada perpanjangan dan ada sarana yang perlu ditambahkan, akan kita evaluasi bersama,” terang Allan Tandiono.
Sementara itu, secara teknis, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Arif Anwar menjelaskan, relasi Supas dari Pasuruan ke Stasiun Probolinggo berjarak 38,6 KM.
Permohonan perpanjangan rute ini didasari beberapa potensi. Seperti tingginya okupansi penumpang ke Stasiun Probolinggo yang bekerja dan sekadar rekreasi.
Pihaknya melihat, ada beberapa potensi di sekitar Stasiun Probolinggo yang dilayani beberapa kereta kela ekonomi, bisnis hingga eksekutif ini.
Yaitu, Pendalungan; Blambangan Ekspres; Logawa; Ranggajati; Wijaya Kusuma; Sri Tanjung; Probowangi; Mutiara Timur dan Tawangalun.
“Demand cukup bagus. Di Probolinggo volume turun naik dari kereta-kereta yang melayani, jumlahnya cukup besar. Januari hingga November 2025 ada 15.722 penumpang turun naik di Probolinggo,” kata Arif.
Untuk itu, dalam rangka realisasi perpanjangan relasi Supas ada beberapa hal yang harus disiapkan. Kajian Pemkot Probolinggo bersama KAI dan KCI (Kereta Cepat Indonesia) diperlukan untuk melihat perkembangan dan operasional yang diterapkan.
“Selain studi dan analisis, perlu melihat SPM (Standar Pelayanan Minimal)-nya. Penyesuaian izin operasi baru juga harus disesuaikan, penyesuaian PSO (Public Service Obligation) sehingga anggaran perlu disesuaikan juga,” imbuh Arif.
Kemenhub pun memutuskan commuter line akan dilaksanakan 2 kali dengan pola operasional keberangkatan dari Surabaya lebih awal, pukul 01.50 dan tiba di Stasiun Probolinggo pukul 03.45.
Kemudian berangkat dari Stasiun Probolinggo pukul 04.10, tiba di Surabaya pukul 06.42. Keberangkatan malam dari Surabaya pukul 21.22, tiba di Stasiun Probolinggo pukul 23.36.
Hasil dari audiensi yang berjalan cepat tapi produktif ini telah membuahkan hasil konkret. Dirjen Allan Tandiono mengatakan realisasi sebelum lebaran tahun ini.
“Bisa ya?,” tanya Allan usai Arif Anwar menyampaikan paparan. Dengan sigap dijawab bisa, karena sudah ada studi awal.
“Ada target, kami realisasikan sebelum lebaran. Mohon bantuan Pak Wali dan tim, setelah rapat bisa koordinasi dengan KCI dan PT KAI untuk persiapan prasarananya. Karena dengan perpanjangan ini, Stasiun Probolinggo lebih ramai. Tempat duduk, toilet dapat menambah pelayanan,” ujar Dirjen Allan.
Audiensi ini menjadi komitmen kuat Pemkot Probolinggo merealisasikan harapan masyarakat.
“Usulan ini tentunya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan commuter antarwilayah dari Kota Probolinggo menuju Surabaya,” ujar wali kota Aminuddin.
Kehadiran commuter line Surabaya-Probolinggo diharapkan memudahkan mobilitas warga yang mudah, cepat dan aman.
“Pertumbuhan ekonomi meningkat melalui akses transportasi yang lebih efektif. Dan, konektivitas wilayah semakin terintegrasi mendukung sektor wisata,” imbuh wali kota.
Dengan goal-nya usulan ini, Wali Kota Aminuddin pun merasa bersyukur. Kajian awal yang sudah dibuat oleh Pemkot Probolinggo akan disempurnakan kembali untuk menjadi persyaratan lanjut realisasi usulan tersebut.
“Pola operasional juga sesuai, karena sampai di Surabaya jam kerja belum dimulai. Saat pulang ke Probolinggo masih ada waktu untuk istirahat. Mudah-mudahan bisa diwujudkan sebelum lebaran, agar mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan,” tuturnya. (fa/Kominfo Kota Probolinggo)
Editor : Muhammad Fahmi