Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Penyekatan Motor Matik yang Mau ke Bromo Tetap Dilakukan Akhir Pekan

Achmad Arianto • Senin, 5 Januari 2026 | 08:00 WIB
ISTIRAHAT: Pemotor beristirahat sejenak di Lemah Kuning atau Tengking di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura untuk mendinginkan rem.
ISTIRAHAT: Pemotor beristirahat sejenak di Lemah Kuning atau Tengking di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura untuk mendinginkan rem.

SUKAPURA, Radar Bromo - Libur natal dan tahun baru telah usai. Namun penyekatan motor matik di Lemah Kuning atau Tengking, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura akan terus dilakukan.

Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat rem blong.

Kepala Desa Ngadisari Sunaryono mengatakan, penyekatan motor oleh linmas desa tidak hanya dilakukan sesaat saja atau hanya pada momen tertentu.

Tetapi akan dilakukan secara konsisten menyesuaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo. Terlebih jika terpantau banyak pengunjung yang naik menggunakan motor matik.

“Penyekatan tidak hanya dilakukan saat liburan natal dan tahun baru. Pengunjung Gunung Bromo bisa terlihat saat melintas. Jadi saat volume kendaraan meningkat maka petugas juga akan melakukan penyekatan,” katanya.

Sunaryono menuturkan, saat libur natal dan tahun baru penyekatan dilakukan setiap hari.

Namun saat hari normal penyekatan akan dilakukan secara kondisional, disesuaikan dengan jumlah kunjungan.

Seperti saat akhir pekan petugas linmas akan bersiaga titik penyekatan di Lemah Kuning atau Tengking.

Penyekatan dilakukan saat wisatawan pulang dari Bromo. Kemudian diminta istirahat sejenak untuk mendinginkan rem motor yang panas usai melintasi ruas jalan menurun dan menikung.

Sebab selain motor matik memang tidak direkomendasikan digunakan di dataran tinggi, rem yang panas juga berpotensi blong.

Berhentinya kendaraan selama 10 menit pada titik penyekatan diharapkan dapat mendinginkan rem sehingga dapat berfungsi secara maksimal. Dengan demikian potensi kecelakaan bisa diminimalisir.

“Penyekatan dilakukan untuk keselamatan pengendara motor. Teknis penyekatan dilakukan sama seperti sebelumnya. Hanya saja waktu penyekatan lebih menyesuaikan jumlah wisatawan,” bebernya.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira mengatakan kesadaran untuk tidak menggunakan motor matik di dataran tinggi memang masih kurang.

Karena itulah petugas memasang banner larangan penggunaan motor matik di titik-titik rawan.

Harapannya agar tidak menggunakan motor matik karena memang tidak direkomendasikan.

“Bukan hanya banner, sosialisasi untuk tidak menggunakan motor matik di dataran tinggi sudah dilakukan. Sebab memang bukan motor yang diperuntukkan pada medan tanjakan dan turunan,” tuturnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#kecelakaan #Matik #bromo #penyekatan