GENDING, Radar Bromo - Pencarian terhadap pencari kerang yang hilang, Juari Muksen, 71, dilanjutkan di hari kedua, Sabtu (3/1). Pada pencarian hari kedua itu, tim Basarnas juga turun ke lapangan.
Koordinator Basarnas Pos SAR Jember, Prahista Dian menyampaikan, pencarian kali ini dibagi menjadi dua SRU dengan menggunakan dua perahu karet. Sementara penyisiran dilakukan dengan pola parallel search pattern.
“Kami menyisir dari titik kejadian musibah (TKM). Kemudian lanjut hingga enam mil ke arah utara, tepatnya di selatan Pulau Gili Ketapang. Namun, hingga pukul 16.30 masih belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” katanya.
Dedek-panggilan akrabnya-menyampaikan, proses pencarian di hari kedua itu dimaksimalkan hingga pukul 17.00.
Mengingat bila lebih dari jam tersebut, kondisi perairan mulai gelap sehingga berbahaya.
“Karena kami juga mengutamakan safety bagi para personel. Namun bila nanti malam ada tanda-tanda korban ditemukan, maka kami upayakan untuk evakuasi. Bila memang kondisi cuaca kurang bersahabat, maka akan kami cari solusi lainnya,” terang Dedek.
Anggota Polairud Polda Jatim, Bripka Prastyo Agung menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban.
Tujuannya, untuk mengantisipasi kemungkinan korban pulang ke rumahnya di Desa Sumberkerang, Gending, Kabupaten Probolinggo itu. Namun, ternyata korban hingga Sabtu (3/1) belum pulang ke rumah.
“Selain itu kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya dan melakukan kegiatan SAR. Syukur tidak ada hambatan dalam pencarian ini. Semua lancar walau angin cukup kencang,” katanya.
Pencarian juga dilakukan di darat. Penyisiran dilakukan di sekitar korban diduga turun ke perairan.
Yaitu, di Pantai Bujel, Desa Curahsawo, Gending, tempat korban biasa mencari kerang.
“Kami menyisir lokasi sekitar pantai dan mencari informasi ke nelayan sekitar. Sampai saat ini, korban belum ditemukan. Tapi para nelayan mengatakan akan memberi informasi menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ungkap salah satu anggota BPBD Kabupaten Probolinggo, Saiful Lana.
Sebelumnya diberitakan, Juari Muksen, 71, tidak pulang ke rumahnya sejak rabu (31/12). Namun, hal itu baru diketahui keluarganya, Kamis (1/1).
Juari diketahui berangkat dari rumahnya Rabu (31/12) pukul 07.00 untuk mencari kerang di Pantai Bujel, Desa Curahsawo, Gending. Ia naik sepeda pancal dan memarkirnya di rumah Nawir, warga setempat.
Kades Sumberkerang Beny Rechardo mengatakan, biasanya pukul 14.00, Juari sudah kembali ke rumah. Namun, hari itu Juari tidak pulang ke rumah.
Keluarga pun melapor ke Perangkat Desa Sumberkerang yang selanjutnya diteruskan ke Satpol Airud Polres Probolinggo dan BPBD Kabupaten Probolinggo. Warga sekitar juga sempat mencari korban ke area pesisir, namun belum membuahkan hasil.
“Yang ditemukan hanya sepeda korban, baju ganti, dan sandal. Sepedanya masih tergembok di lokasi,” tambah Beny.
Tim gabungan yang terdiri atas Satpol Airud Polres Probolinggo, Basarnas, dan BPBD Kabupaten Probolinggo mulai mencari korban, Jumat (2/1). Pencarian dilanjutkan Sabtu (3/1). (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi